Media Kampung, Nusa Tenggara Timur – Kementerian Sosial (Kemensos) terus mempercepat penyaluran bantuan dan menyiapkan santunan bagi korban gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan logistik dari sejumlah gudang Kemensos dan Dinas Sosial setempat digerakkan untuk memenuhi kebutuhan ribuan warga terdampak gempa.
Mobilisasi Bantuan dan Logistik
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menjelaskan bahwa terdapat dua gudang utama sebagai titik mobilisasi bantuan, yaitu Sentra Efata di Kupang dan Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT. Dari Kupang, bantuan berupa perlengkapan pengungsian, selimut, makanan, serta pakaian, termasuk untuk anak-anak dan perempuan, didistribusikan ke Kabupaten Nagekeo. Sedangkan dari Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT, bantuan disalurkan ke Maumere, Sikka, Ende, Manggarai Timur, dan daerah lainnya sesuai kebutuhan di lapangan.
Kendala pengiriman sempat terjadi akibat gelombang laut yang tinggi sehingga kapal pengangkut belum dapat bergerak optimal. Untuk mengatasi hal ini, Kemensos melakukan pembelian langsung di lokasi terdampak agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan cepat.
Santunan Korban dan Pendataan
Kemensos juga menyiapkan santunan bagi ahli waris korban gempa. Santunan sebesar Rp15 juta akan diberikan kepada keluarga korban meninggal setelah proses pendataan dan verifikasi selesai dilakukan oleh pemerintah daerah dan Dinas Sosial.
Hingga 16 Agustus 2026 pukul 07.50 WITA, tercatat 3.839 jiwa berada dalam penanganan pengungsian akibat gempa. Korban meninggal dunia sebanyak 47 orang dan 110 orang mengalami luka-luka, tersebar di beberapa kabupaten seperti Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Sikka, dan Ende.
Penanganan Darurat dan Fasilitas Pengungsian
Sejumlah titik pengungsian telah disiapkan, seperti di Stadion Gelora Samador Kabupaten Sikka, halaman Gereja Wolomarang, dan lokasi lain sesuai kebutuhan. Tim gabungan dari Kemensos, termasuk Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan tim Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB), terus melakukan asesmen kondisi warga serta kerusakan fasilitas umum, pendidikan, dan kesehatan.
Kerusakan yang tercatat meliputi 159 unit rumah rusak berat, 47 unit rusak sedang, 167 unit rusak ringan, serta fasilitas pendidikan, kesehatan, rumah ibadah, dan gedung perkantoran yang terdampak.
Nilai dan Jenis Bantuan yang Diberikan
Sejauh ini, Kemensos telah mengirim bantuan logistik senilai sekitar Rp4,52 miliar. Bantuan tersebut berupa makanan siap saji, tenda keluarga dan serbaguna, kasur, selimut, perlengkapan dapur, sandang untuk anak dan dewasa, serta dukungan dapur umum lapangan untuk memenuhi kebutuhan warga selama masa tanggap darurat.
Kemensos juga menyiapkan 500 paket bantuan untuk Kabupaten Nagekeo dan 500 paket untuk Kabupaten Manggarai, serta tambahan beras sebanyak 48 ton yang akan didistribusikan ke daerah terdampak.
Koordinasi dan Status Tanggap Darurat
Kemensos berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, TNI, Polri, dan unsur terkait lainnya dalam penanganan bencana. Pemerintah Kabupaten Manggarai menetapkan status tanggap darurat bencana gempa selama 90 hari mulai 15 Agustus hingga 13 November 2026, sementara Kabupaten Sikka menetapkan status selama 14 hari hingga 28 Agustus 2026.
Komitmen Kemensos dalam Penanganan Gempa NTT
Agus Jabo menegaskan bahwa Kemensos siap memenuhi seluruh kebutuhan penanganan di lokasi bencana dengan mengoptimalkan sumber daya dan stok logistik yang tersedia. Proses verifikasi data korban, pengungsi, dan kerusakan bangunan terus dilakukan secara bersama-sama dengan pemerintah daerah dan pihak terkait.
Dengan langkah-langkah cepat dan koordinasi yang intensif, Kemensos berupaya meminimalisir dampak gempa dan mempercepat pemulihan kondisi masyarakat terdampak di NTT.















Tinggalkan Balasan