Media Kampung, Nusa Tenggara Timur – Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, menyebabkan 47 orang meninggal dunia dan kerusakan parah di sejumlah lokasi. Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah ini dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas dalam penanganan bencana.
Duka Cita dan Doa dari Muhammadiyah
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa dan berharap mereka yang meninggal mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah. Ia juga mendoakan keselamatan, kesehatan, dan kekuatan bagi warga terdampak dalam menghadapi situasi darurat ini.
Ajakan Solidaritas dan Gotong Royong
Haedar menegaskan bahwa musibah ini merupakan duka bersama seluruh bangsa. Oleh karena itu, dia mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan memberikan bantuan terbaik kepada mereka yang kehilangan keluarga, tempat tinggal, dan mata pencaharian.
Respons Kemanusiaan Muhammadiyah
Melalui jaringan kebencanaan seperti MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) dan Lazismu, Muhammadiyah aktif melakukan respons kemanusiaan di wilayah terdampak. Pos Koordinasi Wilayah (Poskorwil) di Ende telah diaktifkan sebagai langkah awal untuk memantau kondisi masyarakat dan mengidentifikasi kebutuhan bantuan secara terkoordinasi.
Peran Relawan dan Tenaga Kesehatan
Haedar mengapresiasi gerak cepat para relawan Muhammadiyah yang berkontribusi langsung di lapangan. Dia juga memberikan dukungan kepada tenaga kesehatan dan seluruh pihak yang terlibat agar proses evakuasi, pencarian, pelayanan pengungsi, dan pemulihan masyarakat dapat berjalan lancar dan efektif.
Mendorong Dukungan Masyarakat
Pimpinan Muhammadiyah mengajak masyarakat luas untuk memberikan dukungan dalam bentuk doa maupun bantuan kemanusiaan, guna membantu warga Flores bangkit dan menata kembali kehidupan mereka pascabencana.
Gempa ini menjadi pengingat pentingnya solidaritas dan gotong royong dalam menghadapi bencana alam, sekaligus menunjukkan komitmen lembaga kemanusiaan dalam memberikan pertolongan kepada sesama di saat krisis.














Tinggalkan Balasan