Media Kampung, Jakarta – Mulai 10 Agustus 2026, pengguna jalan di kawasan Glodok dan Stasiun Kota harus bersiap menghadapi rekayasa lalu lintas baru sebagai bagian dari proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Fase 2A paket kontrak CP203. Langkah ini diambil untuk mendukung konstruksi Stasiun Bawah Tanah Glodok dan Stasiun Kota, beserta terowongan penghubung sepanjang sekitar 690 meter yang menghubungkan kedua stasiun tersebut.
Proyek ini mencakup pembangunan jalur sepanjang 1,4 kilometer yang membentang dari Mangga Besar hingga Kota. Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Rendy Primartantyo, menyatakan bahwa rekayasa lalu lintas telah diterapkan secara bertahap sejak April 2021 dan akan diberlakukan penuh mulai 10 Agustus 2026. Seluruh pelaksanaan rekayasa lalu lintas dilakukan melalui koordinasi erat dengan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta serta Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya guna memastikan kelancaran dan keamanan selama proses konstruksi berlangsung.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas ini akan berjalan secara bertahap sesuai dengan progres pekerjaan di lokasi, khususnya di Jalan Pintu Besar Selatan dan Simpang Asemka. Area rekayasa lalu lintas di Stasiun Kota dan Simpang Asemka diperkirakan berlangsung dari 10 Agustus 2026 hingga 15 Januari 2027.
Untuk pengaturan arus lalu lintas, di kawasan Jalan Pintu Besar Selatan, kendaraan dari arah utara menuju selatan akan dialihkan melalui sisi barat hingga Simpang Asemka. Sedangkan akses di sisi timur tetap dibuka namun hanya diperuntukkan bagi bus Transjakarta dan kendaraan menuju bangunan di sekitar lokasi proyek, dengan melewati area sisi barat menuju Jalan Hayam Wuruk.
Di kawasan Simpang Asemka, kendaraan yang melintas dari arah barat ke timur maupun sebaliknya akan diarahkan melewati lajur sisi utara area pembangunan terowongan dengan penyesuaian geometrik jalan agar tetap aman dan lancar.
Penerapan rekayasa lalu lintas ini merupakan bagian dari upaya PT MRT Jakarta bersama kontraktor pelaksana, Sumitomo Mitsui Construction Company-Hutama Karya Joint Operation (SMCC-HK JO), untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur transportasi massal yang vital bagi mobilitas warga Jakarta. Meskipun perubahan arus lalu lintas dapat menimbulkan ketidaknyamanan sementara, langkah ini diharapkan dapat meminimalkan kemacetan dan risiko kecelakaan selama pekerjaan berlangsung.
Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A merupakan bagian dari rencana jangka panjang pengembangan jaringan transportasi publik di ibu kota yang bertujuan meningkatkan konektivitas dan mengurangi kemacetan lalu lintas. Dengan adanya terowongan penghubung antar stasiun serta fasilitas stasiun bawah tanah yang modern, diharapkan layanan MRT dapat lebih optimal dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Pengguna jalan diimbau untuk selalu mengikuti petunjuk lalu lintas dan memperhatikan rambu-rambu yang dipasang selama masa rekayasa ini. Koordinasi antara PT MRT Jakarta, Dishub DKI Jakarta, dan kepolisian akan terus dilakukan untuk mengawasi dan menyesuaikan pengaturan lalu lintas sesuai kebutuhan di lapangan.














Tinggalkan Balasan