Media Kampung, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan kondisi lalu lintas di Jakarta lebih baik dibandingkan dengan New York. Pernyataan ini disampaikan Pramono saat menghadiri puncak peringatan Hari Perhubungan Nasional tingkat Provinsi DKI Jakarta 2026 di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Selasa (29/9/2026).
Pramono mengungkapkan bahwa dalam pertemuannya dengan Wali Kota New York Zohran Mamdani pada 20 September lalu, ia mendapat pertanyaan mengenai pengelolaan mobilitas masyarakat di kawasan megapolitan Jakarta. Ia dengan bangga menyampaikan bahwa lalu lintas Jakarta lebih baik daripada New York, dan pernyataan tersebut mendapat pengakuan langsung dari Wali Kota New York.
Konektivitas Transportasi Publik Jakarta
Jakarta menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan lalu lintas karena tingginya jumlah penduduk dan mobilitas masyarakat. Data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan kawasan megapolitan Jakarta memiliki sekitar 42 juta penduduk dengan pergerakan orang mencapai 4,5 juta setiap hari.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta telah meningkatkan konektivitas transportasi publik hingga mencapai lebih dari 93 persen. Penggunaan moda transportasi publik seperti MRT, LRT, Transjakarta, Transjabodetabek, Mikrotrans, dan JakLingko meningkat rata-rata lebih dari 15 persen karena masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Survei Kepuasan Masyarakat
Hasil survei Litbang Kompas menunjukan bahwa 97,5 persen warga Jakarta puas dengan pengelolaan transportasi publik. Survei ini mencakup layanan seperti Transjakarta, Transjabodetabek, MRT, LRT, JakLingko, dan Mikrotrans.
Kebijakan Subsidi Tarif Angkutan Umum
Dalam pertemuan dengan Wali Kota New York, Pramono menjelaskan kebijakan subsidi tarif angkutan umum di Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI memberikan subsidi bagi 15 golongan masyarakat yang berhak mendapatkan layanan transportasi gratis, termasuk lansia dan penyandang disabilitas.
Subsidi ini sepenuhnya ditanggung oleh Pemprov DKI Jakarta tanpa bantuan pemerintah pusat. Kebijakan ini menunjukkan keberpihakan pemerintah daerah terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan kemudahan akses transportasi.
Signifikansi Pengelolaan Transportasi Jakarta
Pernyataan Gubernur Pramono Anung ini menunjukkan kemajuan pengelolaan transportasi di Jakarta yang mampu mengelola mobilitas masyarakat secara efektif meskipun memiliki populasi dan mobilitas yang sangat tinggi. Peningkatan penggunaan transportasi publik dan tingkat kepuasan masyarakat menjadi indikator keberhasilan kebijakan yang diterapkan.
Dengan pengelolaan transportasi yang semakin baik, Jakarta berpotensi menjadi contoh pengelolaan lalu lintas di kawasan megapolitan lainnya di dunia.











Tinggalkan Balasan