Media Kampung, Natuna – Operasi gabungan yang melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea dan Cukai, TNI Angkatan Laut, Bareskrim Polri, BIN, dan Polda Kepulauan Riau berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis ketamine seberat sekitar 1,3 ton di perairan Natuna, Kepulauan Riau, pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan sebuah kapal bernama King Sun beserta delapan anak buah kapal (ABK) yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika internasional. Delapan ABK yang diamankan terdiri dari satu warga negara Taiwan dan tujuh warga negara Myanmar dengan inisial ZO, MML, KH, MM, TA, ML, TMH, dan PL.

Baca juga:

Pengungkapan Berdasarkan Informasi Intelijen

Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi intelijen yang mengindikasikan adanya pergerakan kapal yang diduga membawa narkotika dari kawasan Teluk Thailand menuju Indonesia. Informasi tersebut diperkuat dengan data intelijen dari Taiwan Coast Guard pada awal Agustus 2026.

Tim gabungan melakukan operasi penyekatan saat kapal King Sun memasuki perairan Indonesia dan menggunakan tiga kapal perang TNI AL, yaitu KRI Kerambit-627, KRI Surik-645, dan KRI Karotang-872, untuk melakukan pencegatan.

Temuan Barang Bukti dan Pemeriksaan

Setelah kapal berhasil dihentikan dan dikawal menuju perairan Bintan untuk pemeriksaan lebih lanjut, petugas menemukan ruang penyimpanan rahasia di bawah lantai kamar ABK asal Taiwan yang diduga digunakan untuk menyembunyikan narkotika. Dari ruang tersebut, petugas menyita 65 karung berisi ketamine berbentuk kristal dengan berat bruto sekitar 1,3 ton.

Baca juga:

Sebanyak 64 karung berisi masing-masing sekitar 20 bungkus teh China berwarna hijau, sedangkan satu karung lainnya berisi 18 bungkus, yang seluruhnya diduga keras berisi ketamine.

Pengembangan Kasus dan Dampak

Kepala BNN, Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, menyatakan bahwa pengungkapan ini merupakan langkah penting dalam memutus jalur masuk narkotika melalui jalur laut sekaligus membongkar jaringan peredaran narkotika lintas negara.

Tim gabungan terus melakukan pemeriksaan terhadap para ABK untuk mengungkap pihak lain yang terlibat serta jalur logistik internasional yang digunakan dalam penyelundupan tersebut.

Baca juga:

Upaya ini penting untuk memperkuat pengawasan dan penegakan hukum terhadap penyelundupan narkotika, yang menjadi ancaman serius bagi keamanan dan kesehatan masyarakat di Indonesia.