Media Kampung – Pertandingan persahabatan antara Chelsea dan Johor Darul Tazim (JDT) berakhir dengan skor imbang 3-3, dalam laga penutup tur musim panas The Blues di Australia dan Asia. Kedua tim menunjukkan performa menarik yang membuat pertandingan berjalan penuh drama dan ketegangan hingga menit-menit akhir.

Rotasi Total Skuad Chelsea

Pelatih Chelsea, Xabi Alonso, melakukan rotasi besar-besaran dengan mengganti seluruh 11 pemain utama yang sebelumnya berlaga melawan AC Milan hanya 24 jam sebelum pertandingan ini. Formasi baru ini menampilkan kiper Teddy Sharman-Lowe dan lini depan dengan pemain seperti Liam Delap, Nicolas Jackson, dan Estevao Willian.

Baca juga:

JDT Membuka Keunggulan Lebih Dulu

Tim juara Liga Super Malaysia, JDT, tampil agresif dan mampu mencetak gol pertama pada menit ke-14 melalui Arif Aiman yang memanfaatkan umpan dari Marcos Guilherme. Gol ini menjadi tanda bahwa JDT siap memberikan perlawanan sengit kepada Chelsea.

Chelsea Balik Menyamakan Skor dan Unggul

Chelsea merespons gol tersebut dengan baik. Liam Delap berhasil menyamakan skor lewat penalti pada menit ke-40, dan kemudian menambah gol penalti kedua pada babak kedua menit ke-62, membawa Chelsea unggul sementara 2-1.

Baca juga:

Gol Balasan dan Drama Menit Akhir

JDT tidak menyerah dan membalas lewat gol dari Oscar Arribas hasil tembakan bebas pada menit ke-65, serta gol spektakuler Bergson pada menit ke-86 yang membawa JDT memimpin 3-2. Namun, Chelsea berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 lewat gol bunuh diri Cristian Glauder pada menit ke-89, akibat kesalahan antisipasi bola di lini belakang JDT.

Detail Pertandingan dan Susunan Pemain

  • Jumlah penonton mencapai 28.741 orang yang menyaksikan laga penuh aksi ini.
  • Sebagian besar pemain Chelsea adalah rotasi dari skuad utama, termasuk masuknya kiper muda Gaga Slonina di babak kedua.
  • JDT bermain dengan formasi 4-3-3 dengan pemain kunci seperti Bergson dan Oscar Arribas yang memberikan kontribusi besar dalam mencetak gol.

Signifikansi Pertandingan

Hasil imbang ini menunjukkan kualitas dan ketangguhan JDT sebagai juara Liga Super Malaysia yang mampu menahan gempuran tim besar Eropa seperti Chelsea. Bagi Chelsea, laga ini menjadi uji coba penting dalam mengasah pemain muda dan rotasi skuad menjelang kompetisi resmi.

Baca juga: