Media Kampung – Saham bank-bank besar di Indonesia menunjukkan penguatan signifikan pada akhir pekan perdagangan, terutama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang menjadi primadona investor asing. Pada penutupan perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026, sejumlah bank besar seperti BBRI, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mengalami kenaikan harga saham yang menunjukkan sentimen positif di pasar modal.

Data perdagangan menunjukkan BBRI mencatatkan penguatan harga sebesar 2,96% menjadi Rp 3.130 per saham, sekaligus menjadi saham dengan penguatan terbesar di antara bank-bank besar tersebut. BMRI juga naik 0,95% ke Rp 4.240, BBCA menguat 0,39% menjadi Rp 6.375, dan BBNI naik 0,28% ke Rp 3.630. Sepanjang pekan, keempat bank tersebut juga mencatatkan tren positif dengan kenaikan harga yang konsisten.

Baca juga:

Meski penguatan harga terjadi di seluruh big banks, pola transaksi asing menunjukkan pergerakan berbeda. Investor asing mencatat net buy signifikan pada saham BBRI sebesar Rp 559 miliar dan BBNI Rp 120,32 miliar selama pekan tersebut. Sementara itu, BMRI dan BBCA justru mengalami net sell asing masing-masing senilai Rp 60,43 miliar dan Rp 93,08 miliar dalam perdagangan harian, meskipun secara mingguan keduanya mencatat net buy asing sebesar Rp 6,38 miliar dan Rp 140,13 miliar.

Pergerakan dana asing ini mencerminkan rotasi portofolio di sektor perbankan, di mana investor asing mengurangi eksposur pada BBCA—saham defensif—dan memperbesar kepemilikan pada bank-bank milik negara seperti BBRI, BBNI, dan BMRI. Hal ini terlihat dari data perdagangan yang mencatat tekanan jual asing terbesar pada BBCA dengan nilai Rp 215 miliar, sedangkan saham bank pelat merah lainnya justru mendapat akumulasi pembelian asing yang cukup besar.

Baca juga:

Selain itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mencatat penguatan dengan ditutup pada level 6.319 pada perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026, naik 1,37% dari penutupan sebelumnya. Saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, BBRI, dan BMRI menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan nilai transaksi tinggi, yang turut mendukung penguatan IHSG secara keseluruhan.

Sentimen positif di pasar saham didorong oleh soliditas laporan keuangan kuartal kedua tahun 2026 dari emiten besar dan aksi beli investor asing yang terus berlanjut. Lonjakan harga beberapa komoditas mineral logam juga menjadi faktor pendukung yang memperkuat optimisme pasar. Meski begitu, pergerakan IHSG masih menunjukkan dinamika dengan fluktuasi harga saham pada beberapa sesi perdagangan.

Baca juga:

Secara keseluruhan, penguatan saham bank besar dan arus masuk dana asing ke bank-bank pelat merah menunjukkan kepercayaan investor terhadap sektor perbankan nasional. Pola rotasi portofolio ini diharapkan dapat mendukung stabilitas dan pertumbuhan pasar modal Indonesia ke depan.