Media Kampung, Bandung – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung menyiapkan 1.380 personel gabungan untuk mengantisipasi konvoi Bobotoh pascapertandingan final Piala Presiden 2026 antara Persib Bandung dan Persebaya Surabaya yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Bandung agar tidak terjadi kemacetan dan gangguan selama perayaan kemenangan Persib.
Kepala Bagian Operasi Polrestabes Bandung AKBP Asep Saepudin menyampaikan bahwa seluruh personel gabungan tersebut akan tersebar di titik-titik strategis, terutama di wilayah hukum Polsek jajaran Polrestabes Bandung. Fokus pengamanan diberikan di kawasan pusat kota seperti Jalan Ir. H. Djuanda (Dago), Jalan Sulanjana, serta sejumlah flyover yang sering menjadi lokasi berkumpul Bobotoh saat merayakan kemenangan tim sepak bola kebanggaan mereka.
Dari total personel yang disiapkan, sebanyak 1.005 berasal dari Polrestabes Bandung, termasuk satuan fungsi operasional dan jajaran Polsek. Selain itu, Polda Jawa Barat juga memberikan dukungan dengan mengerahkan 137 personel gabungan dari Direktorat Samapta dan Satuan Brimob. Tim patroli bergerak, seperti Tim Prabu dan tim perintis, juga disiagakan untuk melakukan pemantauan, memberikan imbauan, serta mengambil tindakan cepat apabila terjadi gangguan keamanan.
Asep mengimbau para pendukung Persib dan masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas serta merayakan hasil pertandingan secara tertib dan bijak demi kebaikan bersama. Upaya ini diharapkan dapat mencegah kemacetan dan menjaga situasi keamanan tetap kondusif di Kota Bandung selama dan setelah pertandingan.
Selain itu, patroli rutin juga menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan wilayah. Contohnya, Tim Jaguar Presisi Polres Metro Depok berhasil menangkap dua remaja yang diduga menjadi kurir narkoba jenis sinte di wilayah Cilodong, Depok. Penangkapan berawal dari laporan warga dan patroli yang dilakukan tim. Hal ini menunjukkan pentingnya kehadiran personel patroli dalam menjaga keamanan, mencegah kejahatan, dan melindungi masyarakat dari peredaran narkoba.
Di wilayah lain, menjelang perayaan Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus 2026, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menambah personel patroli untuk mengawasi kawasan pendakian yang kuotanya sudah penuh. Penambahan personel ini juga bertujuan mengantisipasi keadaan darurat dan memastikan kebersihan kawasan Gunung Rinjani tetap terjaga, termasuk menyukseskan aksi bersih-bersih serentak di seluruh taman nasional di Indonesia.
Berbagai upaya patroli dan pengawasan yang dilakukan oleh aparat keamanan dan pengelola kawasan ini menunjukkan peran penting patroli dalam menjaga ketertiban umum, mencegah gangguan keamanan, serta memastikan kenyamanan dan keselamatan masyarakat dalam berbagai kegiatan, baik di perkotaan maupun kawasan wisata alam.













Tinggalkan Balasan