Jembatan Rusak Parah Menyebabkan Kecelakaan di Desa Cabean
Media Kampung, Blora – Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di jembatan Desa Cabean, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, akibat kondisi jembatan yang rusak parah. Sebuah keluarga yang sedang melintas terperosok ke dasar sungai sedalam empat meter. Beruntung kejadian yang berlangsung pada Rabu malam tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun korban mengalami luka-luka serius.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 19.30 WIB saat korban mengendarai sepeda motor dari arah selatan usai menghadiri hajatan di wilayah Dukuh Tanduran, Desa Kemantren, Kecamatan Kedungtuban. Korban terdiri dari ayah, ibu, dan anak yang masih duduk di kelas 1 SD, berasal dari Dukuh Jambe, Kelurahan Tambakromo.
Kondisi Jembatan yang Membahayakan
Menurut warga setempat, Katiran, jembatan tersebut mengalami kerusakan parah dan sudah putus dari badan jalan selama hampir satu tahun setelah diterjang derasnya arus air yang menyebabkan ambrol. Saat ini hanya tersisa jembatan darurat yang hanya bisa dilalui satu orang, sementara sebagian jembatan lainnya hanya ditutupi bambu kering tanpa penghalang atau penutup yang memadai. Lampu penerangan jalan juga sudah lama mati, menambah risiko kecelakaan terutama pada malam hari.
Korban mengalami luka parah, termasuk kepala bocor dan patah tulang, sehingga harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit setelah dievakuasi oleh warga sekitar. Kepala Desa Cabean, Kismiati, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan anak korban mengalami patah tangan, kaki, dan pinggang.
Sejarah dan Proses Perbaikan Jembatan
Jembatan Desa Cabean dibangun sejak tahun 1976 dan terakhir kali diperbaiki sekitar 20 tahun yang lalu. Kerusakan yang terjadi bermula dari fondasi jembatan yang bergeser dan lepas dari sayap jembatan secara bertahap selama bertahun-tahun hingga menyebabkan ambrolnya bagian jembatan dari badan jalan.
Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) saat ini tengah dalam proses tender pemilihan penyedia untuk perbaikan jembatan. Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Blora, Danang Adiamintara, menyatakan perbaikan dijadwalkan selesai pada tahun 2026 dan saat ini proses kontrak sedang berjalan. Pemerintah juga telah menutup akses jembatan agar tidak dilalui warga demi keselamatan.
Dampak dan Harapan Masyarakat
Kerusakan jembatan ini telah menimbulkan risiko keselamatan yang besar bagi warga Desa Cabean dan sekitarnya. Warga berharap pemerintah segera menyelesaikan perbaikan agar tidak terjadi korban jiwa di masa mendatang. Selain itu, pembangunan jalan cor beton yang selesai juga menunjukkan adanya retakan pada jembatan yang semakin memperparah kondisi.
Pemerintah setempat diharapkan lebih proaktif dalam melakukan pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur vital seperti jembatan untuk mencegah kecelakaan serupa dan memastikan keselamatan masyarakat.















Tinggalkan Balasan