Media Kampung – Mantan striker Liverpool, Michael Owen, memberikan pandangannya terkait situasi transfer Liverpool menjelang musim baru 2026-2027, terutama mengenai performa dan masa depan pemain sayap Cody Gakpo serta potensi perekrutan Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain (PSG).

Owen menyebut bahwa performa Gakpo selama musim lalu sangat mengecewakan. Meski sempat menunjukkan penampilan bagus di awal musim, Gakpo dinilai “konsisten buruk” sepanjang sisa musim, yang membuat masa depannya di Anfield menjadi pertanyaan. Dengan adanya ketertarikan dari Tottenham Hotspur, Owen menganggap kemungkinan Gakpo hengkang cukup besar, apalagi Liverpool tengah fokus memperbaiki lini serang setelah kepergian Mohamed Salah ke Trabzonspor.

Baca juga:

Selain itu, Liverpool juga dikaitkan dengan upaya mendatangkan winger muda berbakat, Bradley Barcola, dari PSG. Namun, Owen menilai harga transfer yang diminta PSG, yakni sekitar £145 juta, sangat berlebihan untuk pemain yang belum terbukti di Premier League. Owen menyarankan Liverpool untuk mempertimbangkan kembali dan mungkin mundur dari pembelian Barcola jika harga tidak turun, mengingat nilai tersebut dianggap “mengejutkan” dan “terlalu mahal”.

Owen juga menyoroti kebutuhan Liverpool untuk memperkuat lini belakang, terutama posisi bek sayap. Salah satu nama yang muncul adalah Djed Spence dari Tottenham dengan banderol sekitar £35 juta. Spence dianggap sebagai opsi yang logis karena ia memiliki potensi berkembang dan sudah menunjukkan performa baik di level internasional bersama Inggris. Meski demikian, Liverpool harus menilai apakah harga tersebut sepadan dengan kemampuan dan kebutuhan tim.

Baca juga:

Dari sisi lain, Owen menanggapi rumor terkait Arsenal yang ingin merekrut Vinicius Junior dari Real Madrid. Menurut Owen, transfer itu sangat tidak mungkin terjadi. Ia menilai Vinicius merasa nyaman di Madrid dan tidak akan mudah meninggalkan klub yang memiliki sosok Kylian Mbappe sebagai bintang utama. Keinginan Vinicius untuk menjadi pemain utama di tim juga menjadi faktor yang membuat transfer ke Arsenal tidak realistis.

Situasi transfer Liverpool musim panas ini menjadi tantangan besar setelah kepergian Mohamed Salah, yang selama sembilan tahun memberikan kontribusi luar biasa dengan 257 gol dan 123 assist dalam 442 pertandingan. Klub harus menemukan pengganti yang tepat yang bisa mengisi kekosongan tersebut tanpa membebani keuangan klub dengan biaya transfer yang tidak masuk akal.

Baca juga:

Keputusan Liverpool dalam menghadapi pasar transfer yang ketat ini akan sangat menentukan performa mereka di musim mendatang, terutama dalam mempertahankan daya saing di Premier League dan kompetisi Eropa.