Media Kampung – PBSI tengah melakukan evaluasi dan penyegaran di sektor ganda campuran untuk meningkatkan prestasi bulutangkis Indonesia. Adnan, yang sebelumnya berpasangan dengan Indah, kini sedang menunggu pasangan baru setelah perubahan komposisi pasangan ganda campuran dilakukan sebagai bagian dari strategi pembinaan tim pelatnas.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, menyatakan bahwa perubahan pasangan merupakan hasil dari program bongkar-pasang untuk menemukan kombinasi terbaik. Selain Adnan, beberapa pasangan lain juga mengalami perubahan seperti Dejan Ferdinansyah yang kini dipasangkan dengan Apriyani Rahayu. Eng Hian menegaskan Adnan masih berada di pelatnas dan aktif berlatih sambil menunggu penentuan pasangan baru sesuai keputusan PBSI.
Selain pergantian pemain, sektor ganda campuran juga mengalami perubahan pelatih. Nova Widianto, mantan pebulu tangkis ganda campuran dengan rekam jejak juara dunia, kembali ditunjuk menjadi kepala pelatih. Penunjukan ini dianggap penting untuk mempercepat proses regenerasi dan mengembalikan prestasi Indonesia di nomor ganda campuran. Nova pernah membawa pasangan Malaysia meraih gelar juara dunia pada 2024 dan sebelumnya juga pernah menangani sektor ini di pelatnas pada 2021.
Nova menggantikan posisi yang sebelumnya dipegang oleh Rionny Mainaky dan Amon Sunaryo, yang telah berpisah dengan PBSI. Dengan pengalaman dan prestasi yang dimiliki, Nova diharapkan mampu meningkatkan kualitas pasangan muda dan membawa Indonesia kembali menjadi kekuatan utama ganda campuran di kancah internasional.
Di sisi lain, PBSI juga mempertimbangkan pemain non-pelatnas seperti Jonatan Christie serta pasangan ganda campuran Jafar Hidayatullah dan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu untuk masuk dalam daftar calon pemain yang akan berlaga di Asian Games 2026 di Jepang. Meski belum diputuskan secara final, peluang bagi Jafar/Felisha untuk membela Indonesia masih terbuka, dengan evaluasi terus dilakukan berdasarkan performa dan kebutuhan teknis tim.
Perubahan dan penyegaran yang dilakukan PBSI menunjukkan komitmen untuk meningkatkan performa ganda campuran Indonesia melalui kombinasi pembinaan atlet, pergantian pelatih, dan strategi pemilihan pasangan yang tepat. Hal ini diharapkan dapat mengoptimalkan peluang Indonesia meraih prestasi maksimal dalam berbagai kompetisi internasional, termasuk Asian Games 2026.















Tinggalkan Balasan