Media Kampung, Situbondo – Kebakaran melanda hutan jati di perbatasan antara Situbondo dan Bondowoso, tepatnya di kawasan Jalan Raya Arak-Arak Wringin. Api telah membakar sekitar 4 hektare area hutan jati yang berada di Desa Sumbercanting, Kecamatan Wringin, Bondowoso, dan Desa Gunung Malang, Kecamatan Suboh, Situbondo.
Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Timbul Surjanto, menjelaskan bahwa kebakaran mulai terjadi pada Minggu, 2 Agustus 2026, sekitar pukul 18.00 WIB. Api cepat menyebar karena banyaknya tumpukan daun jati kering di kawasan hutan jati RPH Mlandingan, BKPH Panarukan milik Perhutani KPH Bondowoso. Beruntung, lokasi kebakaran jauh dari pemukiman warga sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
Proses Pemadaman dan Kolaborasi Lintas Instansi
Upaya pemadaman api melibatkan berbagai instansi dari dua daerah, yakni Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo dan Bondowoso, Damkar Situbondo dan Bondowoso, Perhutani KPH Bondowoso, Polres Situbondo dan Bondowoso, Kodim Situbondo dan Bondowoso, serta Tagana Dinsos Situbondo. Proses pemadaman berjalan cukup menantang karena angin kencang yang membuat api terus berkobar.
Meski demikian, api dapat mulai dipadamkan pada malam hari Minggu dan berhasil padam sepenuhnya pada Senin pagi setelah dilakukan pembasahan di titik-titik api.
Faktor Penyebab dan Imbauan untuk Masyarakat
Kebakaran ini dipicu oleh kondisi daun jati yang kering akibat musim kemarau panjang, sehingga material mudah terbakar. Lokasi yang memiliki banyak tumpukan daun kering mempercepat penyebaran api saat terbakar.
Timbul Surjanto mengimbau masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di Jalan Raya Arak-Arak Wringin untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan dan menghindari membuat api terbuka di sekitar kawasan hutan jati. Langkah ini penting untuk mencegah terulangnya kebakaran serupa, terutama di masa kemarau.
Konteks dan Dampak Kebakaran
Kebakaran hutan jati yang terjadi di perbatasan Situbondo dan Bondowoso ini menjadi peringatan penting terkait pengelolaan kawasan hutan, terutama pada musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran. Kerusakan hutan dapat berdampak pada lingkungan, ekosistem, dan potensi ekonomi masyarakat yang bergantung pada hasil hutan jati.
Koordinasi lintas instansi dalam penanganan kebakaran ini menunjukkan pentingnya kerja sama antar daerah dan lembaga dalam mengatasi bencana lingkungan.














Tinggalkan Balasan