Media Kampung – Produsen mobil listrik asal China, Xpeng, menunjukkan ambisi memperluas pasar global dengan rencana membangun pabrik perakitan di Amerika Serikat. Langkah ini bertujuan mendekatkan produksi ke pasar Amerika sekaligus mengurangi hambatan impor. Namun, realisasi rencana tersebut menghadapi tantangan politik dan regulasi yang cukup kompleks.
CEO Xpeng, He Xiaopeng, menyatakan perusahaan berkeinginan memasuki pasar AS dan membuka kemungkinan membangun fasilitas produksi di sana jika kondisi memungkinkan. Namun, ketegangan hubungan dagang antara AS dan China menjadi hambatan utama. Meski begitu, pabrik ini diharapkan dapat memberikan manfaat seperti penciptaan lapangan kerja, peningkatan penerimaan pajak, dan memperluas pilihan kendaraan listrik bagi konsumen di AS.
Di sisi lain, terdapat kekhawatiran dan perdebatan mengenai izin produksi kendaraan China di AS, terutama terkait pengawasan teknologi kendaraan terkoneksi. Kasus Polestar yang menghentikan penjualan model 3 di AS akibat regulasi ini menjadi contoh ketatnya kebijakan tersebut.
Recall Besar-besaran Xpeng X9 di China
Di dalam negeri, Xpeng menghadapi tantangan teknis yang signifikan. Perusahaan mengumumkan penarikan kembali (recall) terhadap 33.473 unit MPV listrik premium, X9, yang diproduksi antara 8 Agustus 2023 hingga 11 Agustus 2025. Recall ini disebabkan cacat pada sistem suspensi udara depan, khususnya pada kedap udara pegas udara (air spring) yang tidak optimal akibat variasi proses produksi.
Masalah ini menyebabkan potensi kebocoran udara pada suspensi, terutama di lingkungan panas dan lembap, yang dapat memicu peringatan di panel instrumen hingga mengganggu pengendalian kendaraan. Xpeng berkomitmen mengganti komponen front air spring slide pillar assembly versi terbaru secara gratis mulai 28 Agustus 2026.
Recall ini muncul setelah banyak keluhan pemilik X9, termasuk laporan sasis kendaraan amblas tiba-tiba saat cuaca panas ekstrem. Perusahaan menegaskan penyebabnya adalah cacat perangkat keras, bukan masalah sistem perlindungan termal. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi apakah recall akan berlaku untuk X9 di luar China, termasuk Indonesia.
Persiapan Model Baru di Pasar Indonesia
Selain fokus ekspansi dan penanganan masalah teknis, Xpeng juga berencana memperkenalkan model baru di pasar Indonesia pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Model yang diperkirakan adalah Xpeng L03, yang sebelumnya telah diluncurkan di Eropa dan China dengan harga kompetitif. Kehadiran L03 akan melengkapi portofolio Xpeng di Indonesia setelah model G6 dan X9.
CEO Xpeng Indonesia, Iki Wibowo, telah memastikan bahwa perusahaan akan membawa setidaknya satu model baru ke GIIAS 2026, dengan estimasi peluncuran resmi sekitar Oktober 2026. Xpeng L03 dikenal sebagai mobil listrik compact yang menawarkan harga terjangkau dan fitur modern.
Dengan strategi ekspansi global, penanganan masalah produk, dan peluncuran model baru, Xpeng berupaya menguatkan posisinya sebagai pemain utama di industri kendaraan listrik, baik di pasar domestik China maupun pasar internasional seperti Amerika Serikat dan Indonesia.















Tinggalkan Balasan