Media Kampung – Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Jawa Timur bersama Yayasan Demasindo menggelar pelatihan Basic Life Support (BLS) atau Bantuan Hidup Dasar (BHD) sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan medis di lingkungan masjid. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang berlangsung di Masjid Raya Islamic Centre Jawa Timur, Sabtu, 25 Juli 2026.

Upaya Meningkatkan Pelayanan Kesehatan di Masjid

Pelatihan ini diikuti oleh puluhan peserta yang berasal dari jajaran takmir dan pengurus masjid di wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Acara tersebut menegaskan peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan dan perlindungan kesehatan umat.

Baca juga:

Drs. H. Suhadi, M.A., Sekretaris PW DMI Jatim sekaligus Ketua Yayasan Demasindo, menekankan pentingnya sinergi antara pengurus masjid dan instansi kesehatan seperti Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dinas Kesehatan Kota Surabaya, serta RSUD dr. Soetomo. Ia menyebut kolaborasi ini krusial untuk menunjang kualitas kesehatan, kebersihan, dan kehalalan di lingkungan masjid demi pelayanan jemaah yang maksimal.

Kesehatan dan Ibadah yang Berkualitas

Ketua PW DMI Provinsi Jawa Timur, Dr. H. M. Sudjak, M.Ag., menyampaikan bahwa kesehatan fisik sangat berpengaruh terhadap kualitas ibadah seorang muslim. Ia menjelaskan, meskipun Islam memberikan keringanan bagi yang sakit, menjaga kesehatan tetap menjadi ikhtiar utama agar ibadah bisa dijalankan dengan prima.

Baca juga:

Melalui pelatihan ini, pengurus masjid dibekali keterampilan dasar penanganan medis darurat untuk merespons kondisi jemaah yang mengalami gangguan kesehatan mendadak, seperti pingsan atau kecelakaan ringan saat beraktivitas di masjid.

Materi dan Praktik Pelatihan

Pelatihan Bantuan Hidup Dasar disampaikan oleh para ahli, salah satunya dr. Achmad Khoirudin Alif, M.Kes., yang memberikan pemahaman teori tentang deteksi dini kegawatdaruratan medis dan langkah-langkah penyelamatan jiwa secara sistematis.

Baca juga:

Selanjutnya, peserta mengikuti sesi praktik Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) yang dipandu oleh Tirta Muhammad Rizki, S.Kep., Ns. Simulasi ini mengajarkan peserta agar tanggap dan tidak panik saat menghadapi situasi kritis di masjid.

Dampak dan Harapan ke Depan

PW DMI Jatim dan Yayasan Demasindo berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara berkelanjutan di masjid masing-masing. Program ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi masjid lain di Jawa Timur untuk membentuk unit siaga kesehatan mandiri, menciptakan lingkungan tempat ibadah yang ramah, aman, dan siap melayani jemaah secara optimal.