Media Kampung – Kementerian Kebudayaan resmi membuka Tahir Solo Museum, museum terbesar nasional yang terletak di Kota Solo dan dibangun oleh Tahir Foundation. Peresmian berlangsung pada Sabtu, 25 Juli 2026, menandai hadirnya destinasi wisata dan pusat pendidikan baru yang menggabungkan seni, sains, dan budaya.

Fosil Asli Omeisaurus dari China sebagai Daya Tarik Utama

Salah satu koleksi unggulan yang dipamerkan di museum ini adalah fosil asli Omeisaurus tianfuensis, dinosaurus dengan leher sepanjang 20 meter. Fosil tersebut dipinjam langsung dari museum di Zigong, China, dan dipajang di lantai satu bersama dengan pemandangan batu meteor dan tata surya.

Baca juga:

Susunan dan Fasilitas Museum

Museum berdiri di atas lahan seluas 5 hektare milik Pemerintah Kota Solo dan mulai dibangun sejak 2023. Tahir Solo Museum memiliki tiga lantai dengan tema berbeda:

  • Lantai satu menampilkan fosil Omeisaurus, batu meteor, dan tata surya.
  • Lantai dua berisi replika tata surya lengkap dengan matahari, planet-planet, dan astronaut.
  • Lantai tiga menawarkan permainan game robotik yang mengusung teknologi STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Pengelola museum membuka akses untuk masyarakat umum mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB setiap hari. Harga tiket masuk ditetapkan Rp30.000 untuk anak-anak dan pelajar, serta Rp50.000 untuk dewasa. Ada juga paket satu tahun seharga Rp400.000 khusus bagi siswa untuk belajar STEM dan robotik.

Kontribusi dan Rencana Pengembangan Tahir Foundation

Ketua Tahir Foundation, Sri Tahir, yang lahir dan besar di Solo, mengaku bangga dapat memberikan kontribusi nyata bagi kota kelahirannya melalui pembangunan museum ini. Ia menyebut koleksi fosil akan terus diperbarui agar pengunjung selalu mendapatkan pengalaman baru.

Baca juga:

Rencana pengembangan tahap berikutnya adalah pembangunan President Center yang meliputi auditorium tertutup dan terbuka. Fasilitas ini diharapkan menjadi tempat digelarnya ceramah dari tokoh internasional maupun pertunjukan budaya.

Peran Museum dalam Pengembangan Kebudayaan Solo

Wali Kota Solo, Respati Ardi, menyambut baik kehadiran Tahir Solo Museum sebagai destinasi wisata sekaligus pusat pendidikan dan kebudayaan modern. Ia menilai museum ini menjadi berkah bagi warga Solo dan mendukung posisi Solo sebagai pusat kebudayaan Jawa di Indonesia.

Direktur Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan, Agus Mulyana, menegaskan bahwa museum ini merupakan yang terbesar di Indonesia dan menjadi bagian penting dalam pembangunan kemajuan kebudayaan nasional. Menurutnya, kebudayaan adalah kekuatan besar bangsa yang harus terus dilestarikan dan dikembangkan.

Baca juga:

Kesimpulan

Tahir Solo Museum tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga pusat edukasi dan budaya yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu. Dengan koleksi fosil asli Omeisaurus dari China dan fasilitas teknologi modern, museum ini diharapkan menjadi ikon baru Kota Solo yang mendidik dan menginspirasi masyarakat luas.