Media Kampung, Singaraja – Perempuan Bali memegang peran vital dalam menjaga dan melestarikan tradisi serta budaya Bali di tengah perkembangan zaman yang semakin modern. Peran ini tidak hanya terbatas pada kehidupan keluarga atau pekerjaan, tetapi juga sebagai penjaga keberlangsungan nilai-nilai adat yang diwariskan dari leluhur.

Peran Ganda Perempuan Bali

Menurut Ngakan Putu Ary Saskara dan Ni Komang Indah Apriani dari KMHD YBV Undiksha, perempuan Bali memiliki tanggung jawab tambahan yang membedakan mereka dengan perempuan di daerah lain. Selain aktivitas pendidikan dan pekerjaan, perempuan Bali aktif dalam membuat sarana upakara, mengikuti kegiatan ngayah (gotong royong adat), serta melestarikan tradisi keagamaan di lingkungan banjar dan pura.

Baca juga:

Indah Apriani menegaskan bahwa keterampilan seperti membuat canang, mejejaitan, dan persiapan upakara diajarkan sejak usia muda agar tetap lestari hingga generasi berikutnya. Meski aktivitas tersebut tampak padat, perempuan Bali tidak menganggapnya sebagai beban, melainkan sebagai identitas khusus yang memperkaya kehidupan mereka.

Kemampuan Mengatur Waktu dan Harmoni Peran

Ary Saskara menilai keistimewaan perempuan Bali juga terletak pada kemampuan mengatur waktu secara efektif sehingga dapat menjalankan berbagai peran sekaligus tanpa meninggalkan nilai budaya. Hal ini mencerminkan keharmonisan dalam masyarakat Bali, di mana peran laki-laki dan perempuan saling melengkapi dalam pelaksanaan adat dan keagamaan.

Baca juga:

Menurut Ary, pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab perempuan, tetapi juga laki-laki yang memiliki peran masing-masing. Kolaborasi ini menciptakan keseimbangan yang menjaga kelangsungan tradisi tanpa rasa terbebani.

Mendorong Generasi Muda Melestarikan Budaya

KMHD YBV Undiksha mengajak generasi muda Bali untuk tidak memandang tradisi sebagai beban, melainkan sebagai identitas yang patut dibanggakan. Pelestarian budaya dapat dimulai dari hal sederhana seperti belajar membuat canang, berpartisipasi dalam kegiatan ngayah, dan aktif dalam aktivitas adat di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, nilai-nilai budaya Bali akan terus hidup dan beradaptasi dengan perubahan zaman yang dinamis.

Baca juga: