Media Kampung – Bintang voli Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, kembali mencuri perhatian setelah resmi bergabung dengan Suwon Hyundai E&C Hillstate untuk musim 2026-2027 Liga Voli Korea (V-League). Di sela-sela sesi latihan bersama klub barunya, Megawati mengungkapkan perbedaan mendasar antara Timnas Voli Indonesia dan Korea Selatan.
Menurut Megawati, faktor pengalaman menjadi pembeda utama antara kedua tim. “Sepertinya (perbedaan) ada di pengalaman. Timnas Korea lebih berpengalaman,” ujarnya dalam wawancara yang diunggah di kanal YouTube Hyundai E&C Hillstate Volleyball Team pada Sabtu (18/7/2026).
Jam Terbang Timnas Korea Jauh di Atas Indonesia
Megawati menilai bahwa Korea Selatan memiliki jam terbang yang jauh lebih tinggi dibandingkan tim Merah Putih. Hal ini terlihat dari partisipasi Korea di berbagai ajang internasional kelas dunia seperti Olimpiade, Kejuaraan Dunia, Piala Dunia, World Grand Prix, hingga Volleyball Nations League (VNL). Meskipun pada tahun 2025 timnas voli putri Korea Selatan resmi terdegradasi dari VNL setelah hanya meraih satu kemenangan dan menelan 11 kekalahan, pengalaman mereka tetap menjadi aset berharga.
Sementara itu, Indonesia baru sekali tampil di Kejuaraan Dunia pada tahun 1982. Pencapaian tertinggi timnas voli putri Indonesia di level Asia adalah medali perunggu Asian Games 1962 dan menjadi finalis AVC Cup 2023.
Evaluasi untuk Indonesia
Megawati berharap perbedaan ini menjadi bahan evaluasi bagi Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas dan mengakselerasi perkembangan tim. “Ini perlu jadi bahan evaluasi bagi Indonesia untuk melesat lebih cepat,” tambahnya.
Pemain yang akrab disapa Mega ini memulai karier di V-League pada musim 2023/2024 setelah dipilih Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks melalui draft Kuota Asia yang diselenggarakan Federasi Bola Voli Korea (KOVO). Selama dua musim membela Red Sparks, ia tampil impresif dengan mencetak 1.538 poin dari 67 pertandingan (260 set) dengan tingkat keberhasilan serangan 46,01%. Ia juga beberapa kali terpilih sebagai MVP pertandingan dan MVP putaran, serta bersaing ketat dengan legenda voli Korea Selatan, Kim Yeon-koung.
Pada musim 2024/2025, Megawati membawa Red Sparks lolos ke final V-League dan finis sebagai runner-up. Kini, dengan tantangan baru bersama Hyundai Hillstate, ia diharapkan dapat terus menunjukkan performa terbaiknya dan menjadi jembatan bagi peningkatan kualitas voli Indonesia.














