Media Kampung, Kediri – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kediri belum berjalan pada tahun ajaran baru 2026/2027. Meski demikian, pihak sekolah memastikan kebutuhan gizi seluruh siswa tetap terpenuhi melalui layanan katering yang disediakan selama kegiatan belajar mengajar berlangsung di gedung baru Kecamatan Plosoklaten.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kediri, Fadeli, menjelaskan bahwa program MBG sebenarnya telah berjalan sejak angkatan pertama saat sekolah masih menempati gedung sementara di SKB Tarokan. Makanan dibagikan pada jam makan siang. Namun, ketika penyaluran MBG libur, sekolah menyediakan layanan katering agar kebutuhan makan siswa tetap terpenuhi.
“Program MBG sudah kami laksanakan sejak angkatan pertama saat masih berada di Gedung SKB Tarokan. Makanan dibagikan pada jam makan siang. Kemudian ketika penyaluran MBG libur, sekolah menyesuaikan dengan menyediakan layanan katering agar kebutuhan makan siswa tetap terpenuhi,” ujar Fadeli, Rabu, 22 Juli 2026.
Hingga saat ini, belum ada keputusan mengenai mekanisme pelaksanaan MBG setelah aktivitas pembelajaran dipindahkan ke gedung baru di Kecamatan Plosoklaten. Sekolah masih menunggu arahan dari pihak terkait. “Di gedung baru ini kami masih menggunakan layanan katering secara penuh. Kami masih menunggu petunjuk teknis mengenai bagaimana mekanisme pelaksanaan MBG ke depannya,” katanya.
Fadeli menambahkan, pihak sekolah belum mengetahui apakah nantinya pemenuhan makan bergizi akan dilayani oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di sekitar sekolah atau menggunakan skema lain. Namun, kondisi tersebut tidak akan mengganggu pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik. “Apakah nanti akan ditangani SPPG yang berada di sekitar Sekolah Rakyat di Plosoklaten ini atau menggunakan mekanisme lain, yang pasti, kalau MBG belum bisa berjalan, sekolah tetap menjamin kebutuhan gizi anak-anak melalui layanan katering,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang wali murid, Nur Indah Syah, mengaku bersyukur anaknya dapat bersekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kediri. Menurutnya, fasilitas yang tersedia di gedung baru sudah memadai dan memberikan rasa nyaman bagi siswa. “Alhamdulillah, saat saya mengantarkan anak ke gedung baru, fasilitasnya sudah lengkap. Program Sekolah Rakyat ini sangat membantu masyarakat seperti kami. Semoga anak saya bisa belajar dengan baik dan meraih cita-citanya lebih tinggi di masa depan,” ucap Nur Indah.
Dengan adanya kepastian pemenuhan gizi melalui katering, para orang tua tidak perlu khawatir meskipun program MBG belum berjalan. Sekolah berkomitmen untuk terus menjamin kebutuhan gizi siswa sambil menunggu petunjuk teknis pelaksanaan MBG dari pemerintah.















Tinggalkan Balasan