Media Kampung – Seruit, hidangan khas Lampung, semakin dikenal luas berkat perpaduan unik ikan goreng atau bakar dengan sambal tempoyak dan mangga muda. Cita rasanya yang pedas, asam, gurih, dan sedikit manis menjadikannya favorit banyak orang.

Hidangan ini bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari tradisi masyarakat Lampung yang sering disajikan dalam acara kebersamaan. Menikmati seruit bersama keluarga atau kerabat menjadi momen mempererat hubungan.

Baca juga:

Resep Seruit Ikan Patin dengan Sambal Mangga Muda dan Tempoyak

Bagi yang ingin mencoba membuat seruit di rumah, berikut resep yang bisa dipraktikkan.

Baca juga:

Bahan Ikan

  • 2 ekor ikan patin (atau jenis ikan lain sesuai selera)
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1 buah jeruk nipis

Bumbu Ikan

  • 1 ruas kunyit
  • 1 siung bawang putih
  • 1 sendok teh garam

Bahan Sambal

  • 2 sendok makan mangga muda, cincang atau serut
  • 2 sendok makan tempoyak
  • 3 buah cabai merah keriting
  • 5 buah cabai rawit (sesuai selera)
  • 1 buah tomat
  • 3 siung bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 1 cm terasi
  • 1 sendok makan air perasan jeruk nipis
  • Garam secukupnya
  • Gula secukupnya

Cara Membuat

  1. Bersihkan ikan, lumuri dengan garam dan air perasan jeruk nipis. Diamkan 10 menit, lalu bilas.
  2. Haluskan kunyit, bawang putih, dan garam. Lumuri ikan dengan bumbu, diamkan 15 menit agar meresap.
  3. Goreng ikan dalam minyak panas hingga matang dan kecokelatan. Angkat dan tiriskan.
  4. Untuk sambal, haluskan cabai merah keriting, cabai rawit, tomat, bawang merah, bawang putih, dan terasi.
  5. Tumis bumbu sambal hingga matang dan harum. Tambahkan tempoyak, aduk rata.
  6. Masukkan mangga muda, aduk sebentar. Tambahkan garam dan gula sesuai selera. Matikan api, beri air perasan jeruk nipis, aduk rata.
  7. Sajikan ikan goreng bersama sambal tempoyak dan mangga muda. Seruit siap dinikmati dengan nasi putih hangat.

Seruit merupakan salah satu bukti kekayaan kuliner Nusantara yang memiliki cita rasa unik. Dengan mengenal dan menikmati hidangan tradisional seperti seruit, kita turut menjaga warisan budaya kuliner Indonesia agar tetap dikenal generasi mendatang.

Baca juga: