Media Kampung – Nilai tukar ringgit Malaysia terhadap rupiah Indonesia bergerak variatif di tengah gejolak pasar keuangan global yang dipicu eskalasi konflik Timur Tengah dan penguatan dolar AS. Pada perdagangan Selasa (21/7/2026), rupiah melemah terhadap ringgit sebesar 0,05 persen, sementara ringgit sendiri dibuka flat terhadap dolar AS.
Berdasarkan data yang dihimpun, rupiah berada di level Rp17.936,7 per dolar AS pada pagi ini, melemah 0,09 persen. Pelemahan rupiah terhadap dolar AS turut mendorong pelemahan terhadap ringgit Malaysia. Di sisi lain, ringgit Malaysia justru menunjukkan ketahanan dengan dibuka flat di level 4,0895 per dolar AS, didukung data ekspor Malaysia yang kuat.
Faktor Pendorong Pergerakan Ringgit
Departemen Statistik Malaysia (DOSM) melaporkan bahwa ekspor Malaysia pada bulan Juni 2026 melonjak 45,4 persen menjadi RM177,9 miliar, sementara impor naik 43,9 persen menjadi RM163,0 miliar. Surplus perdagangan pun melonjak 64,9 persen menjadi RM14,9 miliar. Data positif ini menjadi bantalan bagi ringgit di tengah tekanan global.
Managing Partner SPI Asset Management, Stephen Innes, mengatakan bahwa dolar AS sedikit menguat di awal perdagangan setelah peringatan Presiden AS Donald Trump terhadap Iran dan ancaman Houthi terhadap pelayaran Saudi di Laut Merah. Namun, data ekonomi Malaysia yang kuat membantu ringgit bertahan.
Dampak Konflik Timur Tengah
Konflik antara AS dan Iran yang kembali memanas sejak akhir pekan lalu menjadi sentimen utama yang menekan mata uang emerging market, termasuk rupiah. Serangan AS terhadap target di Iran dan ancaman blokade Selat Hormuz oleh Houthi meningkatkan harga minyak dunia dan mendorong investor beralih ke aset safe haven seperti dolar AS dan emas.
Akibatnya, rupiah melemah terhadap dolar AS dan sejumlah mata uang regional, termasuk ringgit. Namun, pelemahan rupiah terhadap ringgit masih relatif terbatas karena faktor domestik Indonesia seperti aliran dana asing ke pasar saham dan obligasi.
Prospek Ringgit terhadap Rupiah
Kepala Ekonom Bank Muamalat Malaysia, Dr. Mohd Afzanizam Abdul Rashid, memperkirakan ringgit akan bergerak dalam kisaran sempit 4,09-4,10 terhadap dolar AS. Sementara itu, rupiah diperkirakan bergerak di rentang Rp17.900-Rp18.050 per dolar AS. Dengan demikian, pergerakan ringgit ke rupiah akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik dan data ekonomi kedua negara.
Bagi masyarakat yang memantau kurs ringgit ke rupiah, fluktuasi ini penting diperhatikan terutama bagi pelaku usaha dan wisatawan yang bertransaksi antar kedua negara.















Tinggalkan Balasan