Media Kampung – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin pagi dibuka melemah. Rupiah turun 56 poin atau 0,31 persen ke level Rp17.977 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.921 per dolar AS.

Pelemahan ini terjadi di tengah eskalasi konflik antara AS dan Iran yang kembali memanas. Ketegangan geopolitik tersebut mendorong investor beralih ke aset safe haven seperti dolar AS, sehingga memberi tekanan pada mata uang negara berkembang termasuk rupiah.

Baca juga:

Dalam sepekan terakhir, rupiah bergerak fluktuatif. Pada Jumat pekan lalu, rupiah sempat menguat tipis 6 poin ke Rp17.980 per dolar AS setelah data inflasi produsen (PPI) AS lebih rendah dari perkiraan. Namun, sentimen positif itu tidak bertahan lama.

Baca juga:

Analis menilai, selain faktor geopolitik, ekspektasi suku bunga tinggi The Fed yang lebih lama juga masih membayangi pergerakan rupiah. Suku bunga AS yang tinggi membuat imbal hasil investasi di Amerika Serikat lebih menarik, sehingga mendorong aliran modal keluar dari negara berkembang.

Baca juga:

Pergerakan rupiah ke depan akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan konflik AS-Iran serta data ekonomi AS, termasuk keputusan suku bunga The Fed pada pertemuan mendatang. Pelaku pasar disarankan untuk mencermati risiko fluktuasi nilai tukar.