Media Kampung – Gerard Piqué, mantan bek timnas Spanyol yang turut memenangkan Piala Dunia 2010, memberikan pandangannya jelang final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina. Dalam wawancara eksklusif dengan AS, Piqué menyebut duel di MetLife Stadium, New York, sebagai “final yang tidak sempat digelar di Qatar”.
Piqué menilai Spanyol memiliki peluang besar merebut gelar kedua jika konsisten dengan gaya menyerang dan penguasaan bola. Namun, ia memperingatkan bahwa Argentina bukan hanya Lionel Messi. “Messi adalah kecerdasan murni. Ia selalu menemukan solusi terbaik, bahkan saat Anda mencoba menghentikannya,” ujar Piqué.
Kunci Kemenangan Spanyol
Piqué menekankan bahwa Spanyol harus lebih radikal dalam gaya bermainnya. “Keberanian, tekanan tinggi, dan penguasaan bola adalah kunci. Jangan beri ruang kepada Argentina di dekat kotak penalti, terutama dengan Messi yang bisa melewati bek kapan saja,” katanya. Ia juga mengingatkan bahwa tim Amerika Selatan unggul dalam kontak fisik, yang kerap menyulitkan Spanyol.
Dukungan untuk Messi
Menariknya, Piqué mengaku akan senang jika Argentina menang. “Saya berharap Spanyol menang, tetapi jika Argentina yang menang, saya juga akan senang untuk Messi,” ungkapnya. Piqué akan menonton pertandingan bersama anak-anaknya di stadion setelah menerima undangan FIFA.
La Masia Mendominasi Final
Final Piala Dunia 2026 juga menjadi ajang unjuk kekuatan akademi Barcelona, La Masia. Sebanyak sembilan lulusan La Masia akan tampil di final, termasuk delapan pemain Spanyol dan satu pemain Argentina: Lionel Messi. Ini mengulang prestasi tahun 2010 saat sembilan lulusan La Masia membawa Spanyol juara.
Piqué juga menyoroti Lamine Yamal, bintang muda Spanyol yang bisa menjadi salah satu pemain termuda yang memenangkan Piala Dunia jika Spanyol menang. Ia mengundang Yamal untuk bergabung dalam turnamen Kings League yang akan datang di Milan.












