Media Kampung – Persik Kediri memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak Faris Adhitama setelah pemain berusia 38 tahun itu menghabiskan 11 musim bersama klub. Keputusan ini menandai berakhirnya era salah satu pemain paling loyal dalam sejarah Persik Kediri.
Manajer Tim Persik Kediri, Rachmad Tri Kuncara, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Faris atas dedikasi dan kontribusinya. “Faris Aditama merupakan sosok pemain yang tidak hanya menjadi panutan tetapi juga teladan baik di dalam maupun luar lapangan. Banyak pemain muda yang bergabung di Persik Kediri menjadikan sosok Faris sebagai mentor dalam segi teknis dan sikap,” ujar Kuncara dalam keterangan resmi klub.
Perjalanan Karier Faris Adhitama di Persik Kediri
Faris memulai karier profesionalnya bersama Persik Kediri pada periode 2010–2015. Saat itu, ia turut membantu perjuangan tim di kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2014–2015. Setelah sempat bergabung dengan beberapa klub lain, Faris kembali ke Persik pada musim 2018–2019, tepat saat klub baru promosi ke Liga 2.
Kepulangannya menjadi tambahan tenaga bagi Persik Kediri dalam mengarungi Liga 2. Pada akhir musim, Persik sukses meraih gelar juara dan berhak kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Liga 1. Prestasi ini menjadi awal masa bakti kedua Faris bersama Persik.
Di awal kebangkitan Persik di Liga 1, ban kapten setia melingkar di lengan Faris. Pemain kelahiran Kediri, 1988, ini identik dengan nomor punggung 13. “Faris Adhitama menghadirkan banyak memori untuk Persik Kediri. Merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan besar bisa bekerja sama dengannya,” tambah Kuncara.
Statistik dan Momen Penting
Selama berkostum Persik Kediri, Faris mencatatkan total 111 penampilan di berbagai ajang kompetisi, mencetak 9 gol dan 6 assist. Ia memiliki catatan menarik: mulai musim 2019–2020 hingga 2023–2024, Faris tidak pernah absen mencetak gol setiap musim. Pada musim 2024–2025, meski tidak mencetak gol, ia masih mencatatkan satu assist.
Salah satu gol pentingnya tercipta pada pekan ke-33 musim 2023–2024. Gol tersebut membawa Persik Kediri unggul 4–3 atas tamu PSS Sleman, meski akhirnya pertandingan berakhir imbang 4–4.
“11 musim adalah waktu yang sangat panjang. Faris Adhitama adalah salah satu simbol loyalitas, komitmen, serta semangat dari seorang pemain. Namanya sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari sejarah emas Persik Kediri. Hanya klub legenda yang memiliki pemain legenda. Faris akan selalu memiliki tempat khusus di hati para suporter dan klub,” pungkas Kuncara.
Dengan berakhirnya kontrak Faris, Persik Kediri dipastikan akan kehilangan salah satu pemain senior yang menjadi panutan. Keputusan ini membuka peluang bagi klub untuk melakukan regenerasi skuad menjelang musim 2026–2027.















Tinggalkan Balasan