Media Kampung, Bintuhan — Euforia Piala Dunia 2026 semakin terasa di kalangan masyarakat Indonesia. Antusiasme menyambut partai final yang mempertemukan Spanyol dan Argentina pada 20 Juli 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, mendorong warga untuk membeli berbagai atribut tim favorit mereka. Fenomena ini tidak hanya menghidupkan semarak nonton bareng (nobar), tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi pedagang kecil.

Berdasarkan pantauan di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, penjualan jersey dan merchandise mengalami peningkatan signifikan. Pedagang kaki lima dan pemilik kafe turut merasakan omzet yang meningkat seiring tingginya minat masyarakat untuk meramaikan pertandingan-pertandingan penting.

Baca juga:

Antusiasme Warga Membeli Atribut

Salah seorang pecinta sepak bola di Kabupaten Kaur, Rudi, mengaku telah menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membeli jersey dan pernak-pernik jelang laga final. Menurutnya, menggunakan atribut tim favorit menambah semangat saat mengikuti nobar bersama masyarakat.

“Meskipun cuma menonton Piala Dunia di acara nobar, tapi tidak seru kalau tidak menggunakan pernak-pernik Piala Dunia. Saya sudah menyisihkan uang untuk membeli jersey timnas favorit saya agar nobar nanti lebih seru,” tutur Rudi.

Baca juga:

Rudi meyakini Argentina memiliki peluang besar untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia. “Dari performa Argentina sejak awal, saya yakin Messi akan menelurkan gol kembali yang akan membawa Argentina menjadi juara. Argentina tetap menjadi lawan yang sangat berbahaya karena memiliki pemain berpengalaman, kualitas bola mati, dan kemampuan beradaptasi di pertandingan yang besar,” ungkapnya.

Dampak Ekonomi bagi Pelaku Usaha

Fase penentuan Piala Dunia 2026, termasuk perebutan tempat ketiga antara Prancis dan Inggris pada 19 Juli 2026, turut mendongkrak penjualan atribut tim. Pedagang jersey dan merchandise mengaku mengalami peningkatan omzet, terutama untuk atribut Timnas Argentina dan Spanyol yang berhasil melaju ke partai final.

Baca juga:

Atmosfer Piala Dunia juga memberikan dampak ekonomi positif di berbagai daerah. Pedagang kaki lima, pemilik kafe, hingga penjual atribut sepak bola merasakan peningkatan pendapatan seiring tingginya antusiasme masyarakat menyambut pertandingan-pertandingan penting hingga partai final.

Antusiasme masyarakat terlihat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa yang ikut meramaikan suasana dengan mengenakan atribut tim favorit mereka. Bagi sebagian penggemar, mengenakan jersey dan pernak-pernik sepak bola menjadi bagian penting untuk menambah semarak saat menyaksikan pertandingan.