Media Kampung – Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat tengah menghadapi ancaman teror yang cukup serius di tengah ketegangan konflik antara AS dan Iran. Pakar keamanan menilai risiko tersebut meningkat seiring dengan berkurangnya sumber daya dan personel penegak hukum dalam upaya kontra-terorisme di negara tersebut.

Berbagai pihak menyoroti ancaman dari pelaku ekstremis domestik yang bertindak sendiri, yang biasanya terpapar paham radikal melalui internet. Mereka mendapatkan pengaruh dari propaganda kelompok jihad seperti Islamic State (ISIS) maupun dari ideologi politik ekstrem. Javed Ali, profesor di Universitas Michigan yang berpengalaman di FBI dan Dewan Keamanan Nasional AS, menekankan bahwa keamanan tidak hanya harus terjaga di dalam stadion, tetapi juga sepanjang rantai perjalanan menuju pertandingan.

Persiapan keamanan semakin kompleks mengingat banyaknya pertandingan yang akan berlangsung selama turnamen dan keterbatasan sumber daya yang ada. Salah satu sumber penegak hukum federal menyatakan bahwa agen FBI terkejut dengan skala dan kompleksitas pengamanan yang harus dilakukan untuk turnamen ini.

Dalam upaya mengantisipasi ancaman tersebut, FBI telah menggelar latihan besar melibatkan agen-agen yang menangani kasus terorisme domestik dari seluruh Amerika Serikat. Latihan ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi agenda keamanan nasional besar, termasuk Piala Dunia 2026.

Di tengah situasi yang memanas, pemerintah Iran memastikan bahwa tim nasional sepak bola mereka tetap akan berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026. Iran juga meminta FIFA untuk menjamin kondisi yang adil dan bebas dari kepentingan politik bagi seluruh peserta turnamen yang digelar bersama di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Ancaman teror dan kesiapan pengamanan ini menjadi perhatian utama menjelang perhelatan olahraga terbesar dunia tersebut. Semua pihak berharap agar pertandingan dapat berlangsung dengan aman dan lancar tanpa gangguan yang membahayakan keselamatan penonton dan peserta.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.