Media Kampung, Padang — PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero Divre II Sumatera Barat (Sumbar) terus menggencarkan upaya keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan di perlintasan sebidang. Sepanjang 2026, program edukasi serta penanganan titik rawan dilakukan dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan.
Kepala Bidang KAI Sumbar, Reza Shahab, mengatakan keselamatan di perlintasan sebidang tidak bisa diwujudkan hanya oleh operator kereta api. Pemerintah sebagai regulator dan masyarakat sebagai pengguna jalan memiliki peran penting. “Kepatuhan terhadap aturan serta meningkatnya kesadaran masyarakat menjadi kunci utama untuk mengurangi potensi kecelakaan di perlintasan kereta api,” ujarnya, Kamis, 16 Juli 2026.
KAI Divre II Sumbar secara rutin menggelar sosialisasi keselamatan di sekolah-sekolah yang berada di sekitar jalur rel. Para pelajar diberikan pemahaman mengenai bahaya beraktivitas di jalur kereta api, pentingnya mematuhi rambu perkeretaapian, serta tata cara melintas yang aman di perlintasan sebidang.
Selain edukasi, KAI juga melakukan mitigasi lapangan berupa penutupan perlintasan yang tidak sesuai ketentuan, sosialisasi di perlintasan resmi, serta pemasangan spanduk keselamatan pada titik-titik rawan kecelakaan.
Di sisi lain, KAI Divre II Sumbar menyalurkan bantuan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) senilai Rp72,85 juta berupa sarana olahraga, sarana ibadah, dan sarana kebersihan kepada sejumlah kelompok masyarakat di Padang, Pariaman, Batang Anai, Lubuk Alung, dan Kapalo Hilalang.
Ketua Kelompok Masyarakat Pemuda Pampangan Nan XX, Boy, mengapresiasi bantuan tersebut. “Diharapkan dengan adanya perhatian tersebut, dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat,” tuturnya.






















Tinggalkan Balasan