Media Kampung, Sumenep — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep mencatatkan prestasi membanggakan dalam pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 1448 Hijriah. Melalui kegiatan Rashdul Kiblat yang diikuti 3.624 peserta dari wilayah daratan hingga kepulauan, Kemenag Sumenep berhasil masuk dalam 12 besar kabupaten/kota di Jawa Timur dengan jumlah peserta terbanyak.
Kegiatan Rashdul Kiblat berlangsung pada 15-16 Juli 2026, bertepatan dengan momen ketika posisi matahari berada tepat di atas Kakbah. Momen ini dimanfaatkan masyarakat untuk memastikan kembali arah kiblat secara akurat. Pelaksanaan di lingkungan Kemenag Sumenep dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Abdul Wasid, didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha, para kepala seksi, Tim Badan Hisab Rukyat (BHR), serta seluruh aparatur sipil negara.
Partisipasi Tinggi Berkat Sinergi
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Moh. Mabrur menyampaikan bahwa tingginya partisipasi masyarakat merupakan hasil sinergi seluruh jajaran Kementerian Agama, mulai dari penghulu, penyuluh agama, kepala madrasah, hingga Tim BHR yang aktif melakukan sosialisasi. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memastikan arah kiblat sesuai kaidah ilmu falak.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama seluruh jajaran Kementerian Agama yang bergerak bersama memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pelaksanaan Rashdul Kiblat,” ujar Moh. Mabrur, Kamis 16 Juli 2026.
Penguatan Layanan Keagamaan
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Sumenep Abdul Wasid mengatakan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat merupakan bagian dari penguatan layanan keagamaan yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penentuan arah kiblat secara tepat. Ia menilai keterlibatan ribuan peserta menjadi bukti tingginya kepedulian masyarakat terhadap pelaksanaan ibadah yang sesuai dengan ketentuan syariat.
“Rashdul Kiblat bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk layanan keagamaan yang memberikan edukasi kepada masyarakat agar memiliki pemahaman yang benar mengenai arah kiblat,” katanya.
Abdul Wasid juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kemenag Sumenep yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut, mulai dari penghulu, penyuluh agama, Tim BHR, kepala madrasah, hingga seluruh ASN. Menurutnya, keberhasilan masuk 12 besar di tingkat Provinsi Jawa Timur menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
“Prestasi ini merupakan hasil kolaborasi seluruh unsur Kementerian Agama. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga sehingga berbagai program layanan keagamaan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara lebih luas,” ucapnya.























Tinggalkan Balasan