Media Kampung, Tanjungpinang — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memulai proyek rehabilitasi Gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib (RAT) dengan anggaran Rp19,98 miliar. Pekerjaan fisik dijadwalkan berlangsung selama hampir enam bulan, sejak 3 Juli hingga 29 Desember 2026.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPP) Kepri, Rodi Yantari, menyatakan seluruh dana bersumber dari skema pinjaman daerah Provinsi Kepri. “Anggaran rehab ini mencapai Rp19,98 miliar bersumber dari pinjaman daerah,” kata Rodi kepada RRI, Kamis, 16 Juli 2026.

Baca juga:

Lima Item Pekerjaan Utama

Dinas PUPP Kepri memfokuskan pengerjaan pada lima item utama perbaikan interior rumah sakit, meliputi pembenahan plafon, toilet dari lantai 1 hingga 9, serta penataan lantai ramp dan teras lobi. “Ada 5 pekerjaan utama yang kita kerjakan, baik interior, pembenahan plafon, AC maupun toilet,” ujar Rodi.

Lantai satu menjadi titik pengerjaan terbesar dengan penyerapan anggaran mencapai hampir 50 persen. Alokasi dana di lantai dasar tersebut utamanya digunakan untuk pemasangan unit dan instalasi sistem AC sentral baru. Selain itu, sistem pendingin udara Variable Refrigerant Flow (VRF) di lantai 5 hingga 8 juga mendapat peremajaan menyeluruh.

Jadwal Khusus agar Tidak Ganggu Pelayanan

Dinas PUPP bersama manajemen RSUD RAT menyusun jadwal pengerjaan khusus agar tidak mengganggu pelayanan medis pasien. Proses konstruksi akan digeser ke sore hingga malam hari setelah aktivitas pelayanan publik di rumah sakit berkurang.

Direktur RSUD RAT, Bambang Utoyo, menjelaskan perbaikan area pelayanan intensif diprioritaskan pada lantai 1 dan ruang operasi di lantai 3. Peremajaan infrastruktur pada fasilitas radiologi dan ruang bedah dilakukan untuk menjamin keamanan serta kenyamanan pasien. “Tahun ini difokuskan di lantai 1 dan ruang operasi di lantai 3 guna menjamin kenyamanan pasien,” kata Bambang.

Baca juga:

Sistem Buka-Tutup Ruangan

Manajemen RSUD RAT memberlakukan skema sistem buka-tutup ruangan pada area rawat inap di lantai 5 sampai 8. Pola penutupan area secara bergilir per lantai diterapkan agar proses perawatan pasien tetap berjalan aman. “Kami akan melakukan mekanisme buka tutup ruangan agar proses perawatan pasien tetap berjalan aman,” ucap Bambang.

Pengembangan tahap berikutnya akan difokuskan pada penataan ruang perawatan di lantai 2, 3, dan 4 secara bertahap. Integrasi area pelayanan rawat inap baru tersebut disesuaikan dengan rencana pengerjaan fasilitas poliklinik rumah sakit.