Media Kampung, Francis Ford Coppola, sutradara di balik trilogi The Godfather dan Apocalypse Now, dikenal sebagai salah satu sineas paling berpengaruh di Hollywood. Namun, tak semua filmnya menuai sukses. Salah satu yang paling dikritik adalah Jack (1996), sebuah drama komedi yang dibintangi Robin Williams.

Dalam wawancara dengan Esquire, Coppola mengakui bahwa Jack dianggap sebagai film terburuk yang pernah ia buat. Meski demikian, ia mengungkapkan alasan sederhana di balik pembuatan film tersebut: keinginannya untuk bekerja sama dengan Robin Williams.

Film APEX Netflix Mendominasi Daftar Top 10 dengan Aksi Survival di Blue Mountains
Baca juga:
Film APEX Netflix Mendominasi Daftar Top 10 dengan Aksi Survival di Blue Mountains

“Jika orang membenci film itu, ya mereka membencinya. Saya hanya ingin bekerja sama dengan Robin Williams,” ujar Coppola.

Pada saat itu, Robin Williams sedang berada di puncak popularitas berkat film-film seperti Mrs. Doubtfire, Jumanji, dan Hook. Kolaborasi antara Coppola, yang identik dengan drama kriminal berat, dan Williams, seorang komedian ulung, memang terlihat tidak biasa.

Zendaya dan Tom Holland Tampil Bersama untuk Pertama Kalinya Setelah Konfirmasi Pernikahan
Baca juga:
Zendaya dan Tom Holland Tampil Bersama untuk Pertama Kalinya Setelah Konfirmasi Pernikahan

Dalam Jack, Williams berperan sebagai seorang anak laki-laki berusia 10 tahun yang mengalami kelainan langka sehingga tubuhnya menua empat kali lebih cepat dari normal. Akibatnya, ia tampak seperti pria berusia 40 tahun. Film ini mengisahkan perjuangan Jack menerima kondisinya dan menghadapi kematian.

Meskipun menuai kritik tajam, Jack tetap memberikan pemasukan yang cukup besar bagi Coppola. “Hingga hari ini, ketika saya menerima cek dari film-film lama, Jack adalah salah satu yang terbesar. Tidak ada yang tahu itu,” ungkapnya.

Penolakan Film ‘Lemah Santet’, Oknum DKB Kritik PARFI Banyuwangi
Baca juga:
Penolakan Film ‘Lemah Santet’, Oknum DKB Kritik PARFI Banyuwangi

Sejak era keemasannya di tahun 1970-an, Coppola mengalami pasang surut. Setelah One From The Heart (1982) membuatnya bangkrut, ia bangkit kembali lewat The Outsiders dan Rumble Fish. Namun, The Godfather Part III dianggap sebagai titik terendah trilogi tersebut. Kini, Jack menjadi salah satu film yang paling tidak disukai kritikus, meskipun tetap menguntungkan secara finansial.