Media Kampung, Sampang — Banyak orang merasa doa yang dipanjatkan belum juga dikabulkan Allah SWT. Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Cabang Sampang, Kiai Haji Ama Nurul Munir, mengungkapkan bahwa salah satu penyebabnya bisa berasal dari rezeki dan makanan yang dikonsumsi.
Pernyataan itu disampaikan dalam program Mutiara Pagi di RRI Sampang pada Selasa, 14 Juli 2026. Menurut dia, makanan yang dikonsumsi keluarga harus berasal dari bahan yang baik dan halal. Proses pengolahannya pun sebaiknya diawali dengan membaca basmalah serta diperoleh melalui cara yang benar.
“Makanan yang kita makan dalam keluarga harus baik dari segi bahan, proses masaknya diawali bismillah, serta halal dari bahan maupun cara mendapatkannya,” kata Ama.
Ia menegaskan, mencari nafkah untuk keluarga wajib dilakukan sesuai syariat Islam. Rezeki yang diperoleh dengan cara zalim atau mengambil hak orang lain dapat memengaruhi kualitas ibadah seorang hamba.
“Dalam mencari nafkah keluarga harus benar dan halal. Jangan dilakukan dengan cara zalim atau menguasai hak orang lain. Karena itu menjadi tolok ukur kualitas kehambaan kita kepada Sang Pencipta,” ujarnya.
Ama berharap umat Islam senantiasa diberi hidayah untuk memperbaiki kualitas diri sebagai hamba Allah SWT. Menurut dia, upaya memperbaiki diri akan mendekatkan seseorang kepada Allah dan menghadirkan pertolongan-Nya.
“Jika kita berusaha memperbaiki kualitas kita sebagai hamba, maka Allah juga akan memperbaiki hubungan-Nya dengan kita dan akan selalu menjaga kita,” tuturnya mengakhiri.




















Tinggalkan Balasan