Media Kampung, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) resmi menunjuk Paolo Maldini sebagai Direktur Teknik baru untuk memimpin proyek pembinaan Timnas Italia hingga Piala Dunia 2030. Keputusan ini disambut positif oleh sejumlah legenda sepak bola Italia, termasuk Dino Zoff dan Beppe Bergomi, yang menilai Maldini sebagai sosok tepat untuk membangkitkan kejayaan Gli Azzurri.
Maldini, mantan kapten AC Milan dan Timnas Italia, akan bertanggung jawab memilih pelatih baru serta membangun fondasi jangka panjang sepak bola nasional. Ia akan didampingi oleh mantan rekan setimnya di AC Milan, Leonardo, yang berperan sebagai konsultan teknis. Keduanya akan bekerja sama dengan Presiden FIGC Giovanni Malagò, yang baru terpilih menggantikan Gabriele Gravina.
Dino Zoff, legenda yang pernah menjadi kapten juara dunia 1982 sekaligus mantan pelatih Italia, menyatakan dukungannya. Menurut Zoff, Maldini harus diberi kebebasan penuh untuk menjalankan keyakinannya tanpa intervensi dari pihak luar. “Paolo telah memberikan banyak hal untuk sepak bola Italia, khususnya untuk Milan dan tim nasional. Dia adalah sosok yang sempurna dalam hal karakter, kharisma, dan kompetensi,” ujar Zoff kepada Il Resto del Carlino.
Beppe Bergomi, mantan kapten Inter Milan yang juga sempat masuk dalam daftar kandidat, mengakui bahwa Maldini adalah pilihan terbaik. “Paolo memiliki pengalaman sebagai pejabat tinggi, nilai-nilai penting, dan kompetensi. Saya sangat mengaguminya; menurut saya, dia adalah pemain Italia terkuat yang pernah bermain bersama saya,” kata Bergomi kepada La Repubblica. Bergomi juga menilai kombinasi Maldini dan Leonardo sangat menarik: “Maldini praktis, Leonardo seorang pemimpi. Kombinasi ini bisa membuat perbedaan.”
Penunjukan Maldini diharapkan menjadi titik balik bagi Italia yang gagal lolos ke tiga edisi terakhir Piala Dunia. Alessandro Costacurta, mantan rekan setim Maldini, menyebut kehadirannya lebih penting daripada sekadar menunjuk pelatih kepala baru. “Ini adalah berita bagus untuk sepak bola Italia, karena kami mendatangkan salah satu orang yang paling berwawasan dan tulus dalam olahraga ini,” ujar Costacurta kepada Sky Sport Italia.
Giovanni Galli, mantan rekan setim Maldini, mengungkapkan bahwa ia sempat mendorong Maldini untuk menerima tawaran tersebut. “Saya kirim pesan: ‘Siapkan dirimu, sekarang giliranmu.’ Dia menjawab bercanda, ‘Kamu tidak sayang padaku.’ Tapi Paolo mewakili sejarah sepak bola. Dia orang yang serius dan menjadi pemimpin di ruang ganti selama lebih dari dua dekade,” kata Galli kepada La Stampa.
Bergomi juga menyinggung soal calon pelatih baru Italia. Ia menyebut nama Pep Guardiola sebagai figur yang menarik, meski sadar tantangan finansial. “Ketika Anda memiliki Paolo di pihak Anda, Anda punya kekuatan dan reputasi untuk berbicara langsung dengan Pep. Menurut insting saya, mereka bisa mencobanya. Bagi Guardiola, memimpin tim nasional bisa menjadi tantangan baru,” ujar Bergomi. Selain Guardiola, nama-nama seperti Roberto Mancini, Antonio Conte, dan Stefano Pioli juga disebut sebagai kandidat potensial.
Dengan pengalaman panjang sebagai pemain elite dan petinggi klub, Maldini diharapkan mampu membawa Italia kembali bersaing di level tertinggi. Tugas pertamanya adalah menentukan pelatih baru, dan publik Italia menanti langkah konkret sang legenda.























Tinggalkan Balasan