Media Kampung, Batam — Sensasi perut begah, penuh, dan kembung sering kali mengganggu aktivitas sehari-hari. Gangguan pencernaan ini biasanya dipicu oleh penumpukan gas berlebih di lambung dan usus, yang berasal dari makanan yang dikonsumsi.

Menurut laman medis Healthline dan WebMD, pembentukan gas merupakan hal normal saat bakteri di usus besar memecah makanan yang tidak tercerna sempurna. Namun, beberapa jenis makanan mengandung senyawa tertentu yang memproduksi gas lebih banyak. Berikut makanan sehat yang tinggi nutrisi namun berpotensi memicu perut kembung.

Kacang-kacangan

Kacang-kacangan seperti polong, almond, dan kedelai menduduki posisi teratas sebagai pemicu gas. Makanan ini mengandung rafinosa, yaitu gula kompleks yang sulit dicerna tubuh karena kekurangan enzim khusus. Ketika mencapai usus besar, bakteri memfermentasikannya dan menghasilkan gas hidrogen serta metana dalam jumlah besar.

Brokoli, Kubis, dan Kol

Sayuran krusiferus seperti brokoli, kubis, kembang kol, dan kale kaya akan serat larut dan rafinosa. Meskipun menyehatkan dan tinggi antioksidan, mengonsumsinya dalam jumlah banyak dapat membuat usus bekerja ekstra dan memicu produksi gas yang menyebabkan perut terasa kencang.

Bawang Merah dan Bawang Putih

Kedua bumbu dapur ini mengandung fruktan, serat larut yang sulit diserap usus halus. Bagi individu dengan pencernaan sensitif atau sindrom iritasi usus besar (IBS), fruktan dapat difermentasi cepat oleh bakteri usus, memicu kembung dan rasa tidak nyaman.

Susu dan Produk Olahannya

Susu, keju, dan mentega mengandung laktosa. Seiring bertambahnya usia, produksi enzim laktase menurun, menyebabkan intoleransi laktosa ringan. Kondisi ini sering menjadi penyebab perut kembung atau mulas setelah mengonsumsi produk susu.

Apel dan Buah Tinggi Fruktosa

Apel kaya serat dan fruktosa. Kombinasi ini sulit dicerna cepat oleh sebagian orang, sehingga makanan tertahan lebih lama di saluran pencernaan dan menghasilkan gas selama proses pemecahan.

Tips Mencegah Perut Kembung

Untuk meminimalkan efek kembung tanpa kehilangan nutrisi, para ahli gizi menyarankan beberapa trik mudah: rendam kacang-kacangan dalam air hangat sebelum dimasak, kukus sayuran hingga empuk untuk melemahkan serat kasarnya, dan biasakan mengunyah makanan perlahan guna mengurangi udara yang tertelan.