Media Kampung, Anggapan bahwa bayi sering mengeluarkan air liur atau ngeces akibat keinginan ibu saat hamil yang tidak terpenuhi masih dipercaya di berbagai daerah di Indonesia. Kepercayaan ini telah diwariskan secara turun-temurun, namun hingga kini belum ada bukti ilmiah yang mendukungnya.

Faktanya, bayi ngeces merupakan kondisi yang normal, terutama saat memasuki usia tiga hingga enam bulan. Tidak terpenuhinya keinginan ibu selama kehamilan tidak memengaruhi produksi air liur maupun perkembangan organ mulut bayi.

Mengeces pada bayi adalah hal yang sangat normal. Otot-otot di sekitar mulut bayi yang berusia di bawah dua tahun belum berfungsi sempurna, sehingga bayi belum bisa mengendalikan pergerakannya seperti saat menelan. Akibatnya, air liur yang tidak tertelan akan tertahan dan keluar dari mulut.

Selain itu, bayi gemar memasukkan tangan, jari, atau benda ke dalam mulut sebagai bagian dari eksplorasi lingkungan. Kebiasaan ini dapat merangsang produksi air liur, terutama saat bayi mulai memasuki masa pertumbuhan gigi.

Meskipun umumnya normal, orang tua tetap perlu waspada jika bayi mengeluarkan air liur berlebihan disertai kesulitan menelan, demam tinggi, atau tampak kesakitan. Jika kondisi tersebut terjadi, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.

Memahami perbedaan antara mitos dan fakta membantu orang tua mengambil keputusan berdasarkan informasi yang benar. Dengan demikian, orang tua dapat lebih tenang dalam merawat bayi dan tidak mudah percaya pada anggapan yang belum terbukti secara ilmiah.