Media Kampung, Peyek kacang menjadi salah satu pelengkap makanan tradisional yang masih digemari masyarakat. Teksturnya yang renyah serta cita rasa gurih membuat peyek kerap disajikan bersama pecel, gado-gado, urap, hingga dinikmati sebagai camilan.

Praktisi kuliner Rudi Khairudin membagikan resep peyek kacang dengan teknik sederhana yang menghasilkan tekstur renyah dan rasa gurih merata. Pembuatan diawali dengan mencampurkan 250 gram tepung beras bersama bumbu marinasi, bawang putih bubuk, telur, santan, dan garam. Seluruh bahan diaduk bertahap hingga membentuk adonan halus dan tidak menggumpal.

Untuk menambah aroma khas, irisan daun jeruk dimasukkan ke dalam adonan. Menurut Rudi, daun jeruk mampu memperkuat cita rasa peyek. Penggunaan santan juga memberikan rasa gurih alami sehingga tidak memerlukan tambahan kemiri.

Setelah adonan siap, minyak dipanaskan menggunakan api sedang. Adonan dituangkan sedikit demi sedikit ke dalam minyak panas sambil diberi taburan kacang tanah. Posisi kacang dipastikan terendam minyak agar matang merata dan menghasilkan tekstur renyah yang seimbang dengan lapisan tepung. Selama penggorengan, adonan perlu diaduk secara berkala karena tepung beras cenderung mengendap di dasar wadah.

Peyek digoreng hingga berwarna kuning keemasan sebelum diangkat dan ditiriskan. Hasil akhirnya menghadirkan peyek dengan warna menarik, tekstur garing, serta aroma gurih dari perpaduan daun jeruk dan rempah-rempah. Kacang tanah yang matang sempurna menambah sensasi renyah saat dikunyah.

Menurut Rudi, peyek kacang paling cocok disajikan sebagai pelengkap pecel karena mampu menambah tekstur dan cita rasa pada hidangan. Selain itu, peyek juga dapat dipadukan dengan nasi uduk, soto, maupun urap sayur.

Dengan bahan yang mudah diperoleh dan proses pembuatan yang sederhana, peyek kacang juga memiliki peluang sebagai usaha makanan ringan rumahan. Daya simpan yang baik serta tingginya minat terhadap camilan tradisional menjadi nilai tambah produk ini.