Media Kampung, Pangkalpinang — Pemerintah Kota Pangkalpinang menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengembangkan Kebun Raya di Tuatunu seluas 60 hektare dan sentra budidaya kepiting bakau seluas 200 hektare di pesisir timur kota.
Penandatanganan Nota Kesepakatan dilakukan Wali Kota Saparudin dengan Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN Yopi di Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026. Kebun Raya yang sudah bersertifikat itu direncanakan menjadi pusat konservasi, inovasi, dan wisata edukasi dengan mengoleksi fauna endemik setempat.
“Kami ingin mengumpulkan fauna endemik di lahan itu. Kebun Raya ini sudah mulai dibangun secara bertahap dan siap berkolaborasi dengan BRIN untuk pengembangan lebih lanjut,” ujar Saparudin.
Sementara itu, lahan 200 hektare di pesisir timur akan dijadikan kawasan percontohan budidaya kepiting bakau untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. Menurut Saparudin, daging kepiting bakau lebih halus dibanding udang windu. Dengan dukungan riset BRIN, kawasan itu diharapkan menjadi wisata sungai berbasis konservasi yang memberi nilai tambah bagi pariwisata sekaligus menjaga lingkungan.
Deputi BRIN Yopi menegaskan komitmen lembaganya mendampingi pemerintah daerah dalam memperkuat perencanaan pembangunan dan mendorong komersialisasi hasil riset. Nota kesepakatan memuat 16 program yang akan dijalankan selama tiga tahun ke depan dengan pemantauan dan evaluasi rutin setiap bulan. “Dampaknya yang paling sederhana, kita harus bertanya kepada masyarakat karena mereka yang langsung merasakan,” kata Yopi.





















Tinggalkan Balasan