Media Kampung, Persaingan di industri kecerdasan buatan (AI) semakin memanas. Google untuk pertama kalinya tersingkir dari posisi lima besar laboratorium AI dunia, sementara Apple menggugat OpenAI atas dugaan pencurian rahasia dagang.
Berdasarkan Artificial Analysis Intelligence Index, model terbaik Google saat ini, Gemini 3.5 Flash, hanya mendapat skor 50 dan berada di peringkat keenam. Posisi teratas ditempati oleh Anthropic dengan Claude Opus 4.8 dan Claude Fable 5, disusul OpenAI, SpaceXAI, Meta, dan laboratorium open-source asal China. Padahal, sebelumnya Google sempat memimpin dengan Gemini 3.1 Pro Preview.
Kemunduran ini terjadi setelah Google I/O pada Mei lalu. Saat itu Google merilis Gemini 3.5 Flash yang lebih murah dan cepat, namun tidak berada di level frontier. Model flagship, Gemini 3.5 Pro, dijanjikan hadir bulan berikutnya namun hingga kini belum juga muncul. Analis menilai keterlambatan ini bisa berarti kegagalan dalam pelatihan model atau hasil yang tidak memuaskan.
Di sisi lain, keunggulan Google di bidang gambar AI juga memudar. Nano Banana yang sempat menjadi fenomena kini tergeser oleh GPT Image 2 dari OpenAI yang unggul di semua sub-kategori.
Sementara itu, Apple melayangkan gugatan terhadap OpenAI di pengadilan federal California pada Jumat (10/7). Apple menuduh OpenAI dan dua mantan karyawannya mencuri rahasia dagang terkait desain perangkat keras yang belum dirilis. Gugatan ini menandai retaknya hubungan antara kedua raksasa teknologi yang kini saling memasuki wilayah bisnis masing-masing.
Apple meluncurkan model Siri mirip ChatGPT pada Juni lalu, sementara OpenAI mengakuisisi studio milik mantan kepala desain Apple, Jony Ive, sebesar 6,4 miliar dolar AS pada Mei 2025. Apple mengklaim lebih dari 400 mantan karyawannya kini bekerja di OpenAI.























Tinggalkan Balasan