Media Kampung, Maraknya demam drama China atau dracin di kalangan masyarakat membawa dampak tersembunyi pada kesehatan otak. Dokter Spesialis Saraf, dr. Lilir Amalini, Sp.N, CFIDN, AIFO-K, menjelaskan bahwa kebiasaan marathon menonton dracin hingga larut malam dapat memicu kecanduan dopamin.
Dopamin adalah neurotransmiter yang berperan dalam sistem penghargaan otak. Saat seseorang menikmati sesuatu, dopamin dilepaskan sehingga muncul perasaan puas dan keinginan mengulangi aktivitas tersebut. Setiap episode dracin yang penuh kejutan, konflik, atau cliffhanger memicu pelepasan dopamin, mendorong otak untuk terus menonton episode berikutnya demi mendapatkan rasa puas yang sama.
dr. Lilir mengibaratkan kondisi ini seperti kebiasaan mengonsumsi makanan manis berlebihan. Semakin sering otak mendapat stimulasi instan, semakin banyak rangsangan yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat kepuasan yang sama. Akibatnya, seseorang sulit berhenti menonton dan mengalami penurunan fungsi kognitif, seperti konsentrasi, kemampuan mengambil keputusan, pengendalian emosi, dan motivasi untuk melakukan aktivitas produktif.
Seorang ibu rumah tangga di Bengkalis, Rina, mengaku pernah merasakan dampak negatif kebiasaan ini. Awalnya ia hanya berniat menonton satu episode, tetapi terus berlanjut hingga tengah malam. Keesokan harinya ia merasakan pusing, mata berat, dan pekerjaan rumah tertunda. Kini ia mulai membatasi waktu menonton.
Meski demikian, dr. Lilir menegaskan bahwa kondisi ini bukan kerusakan otak permanen. Fungsi otak dapat pulih secara bertahap dengan mengurangi paparan dopamin instan. Ia menyarankan untuk membatasi waktu menonton dracin dan penggunaan media sosial, memperbanyak aktivitas fisik, membaca buku cetak, serta mencukupi waktu tidur. “Dracin tidak salah untuk dinikmati sebagai hiburan. Yang perlu diperhatikan adalah durasi dan kemampuan mengendalikan diri. Jika sudah mengganggu kesehatan, produktivitas, atau aktivitas sehari-hari, itu menjadi tanda kita perlu mulai membatasi,” tutupnya.






















Tinggalkan Balasan