Media Kampung, Pemerintah Malaysia resmi menerapkan kebijakan baru yang mewajibkan produsen kendaraan listrik (EV) untuk memenuhi persyaratan tambahan, termasuk investasi perakitan lokal, jika ingin menikmati pembebasan bea masuk. Kebijakan ini diperkirakan mempersempit akses produsen asal Tiongkok yang selama ini mengandalkan ekspor langsung ke Malaysia.

Aturan baru tersebut mencakup komitmen investasi di Malaysia, seperti kegiatan perakitan lokal (CKD), pengembangan ekosistem industri, dan transfer teknologi. Sebelumnya, produsen Tiongkok dapat memanfaatkan insentif impor untuk memasarkan EV dengan harga kompetitif. Kini, pemerintah Malaysia ingin memastikan kehadiran merek asing memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.

Langkah ini diprediksi memengaruhi strategi sejumlah pabrikan Tiongkok. BYD, yang saat ini menjadi salah satu merek EV dengan pertumbuhan tercepat di Malaysia, kemungkinan harus mempercepat investasi lokal agar tetap bersaing. Produsen lain seperti Chery, GWM, Zeeker, dan MG juga berpotensi menghadapi tantangan serupa jika ingin mempertahankan pangsa pasar mereka.

Malaysia mengikuti jejak beberapa negara yang mulai mengaitkan insentif EV dengan investasi manufaktur lokal. Pemerintah menilai kebijakan ini penting untuk membangun rantai pasok industri EV nasional dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan impor. Di sisi lain, analis menilai aturan tersebut dapat meningkatkan biaya operasional produsen asing dalam jangka pendek. Jika investasi lokal belum terealisasi, harga EV impor berpotensi naik, yang dapat memengaruhi daya beli konsumen.

Meski demikian, pasar EV Malaysia tetap dinilai memiliki prospek menjanjikan. Tingginya minat masyarakat terhadap EV membuat produsen Tiongkok diperkirakan akan tetap berupaya memenuhi persyaratan baru tersebut. Kebijakan ini menandai babak baru persaingan industri EV di Asia Tenggara, di mana keberhasilan produsen tidak lagi hanya ditentukan oleh harga dan teknologi, tetapi juga besarnya kontribusi terhadap pengembangan industri otomotif di negara tujuan.