Media Kampung, Mexico City — Seorang jurnalis BolaSkor.com, Tengku Sufiyanto, menjadi bagian dari rombongan Coca-Cola Indonesia yang meliput langsung FIFA World Cup 2026 di Meksiko. Ia menyebut pengalaman menginjakkan kaki di Estadio Ciudad de Mexico, atau lebih dikenal sebagai Estadio Azteca, sebagai momen ‘beribadah di kuil sepak bola’.

Perjalanan dimulai dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Mexico City dengan transit di Jepang, total waktu tempuh hampir 22 jam. Setibanya di Meksiko, rombongan menginap di Hilton Mexico City Santa Fe. Tak jauh dari hotel, ternyata Timnas Inggris juga menginap di hotel sebelah. Polisi berjaga ketat, dan suporter Meksiko memberikan teror kepada tim tamu.

Baca juga:

Sehari sebelum pertandingan, rombongan mengikuti city tour mengunjungi sejumlah monumen bersejarah, seperti Fuente de Cibeles, El Ángel de la Independencia, Monumento a la Revolución, Palacio de Bellas Artes, Casa de los Azulejos, dan Museo del Templo Mayor. Mereka juga menyempatkan makan di restoran Indonesia bernama Enak yang dikelola Renta Uli Panggabean.

Di hotel, Tengku secara tidak sengaja bertemu dua legenda sepak bola: Peter Crouch dan Kasper Schmeichel. Keduanya dengan ramah bersedia berfoto dan menyapa.

Baca juga:

Pada hari pertandingan, Minggu (5/7/2026), rombongan berangkat ke Estadio Azteca. Hujan lebat mengguyur, namun suporter Meksiko tetap antusias. Pertandingan sempat ditunda satu jam karena petir. Inggris akhirnya menang 3-2 atas Meksiko, mengakhiri rekor tak terkalahkan Meksiko di kandang sejak 2013.

Estadio Azteca merupakan satu-satunya stadion yang menggelar Piala Dunia tiga edisi (1970, 1986, dan 2026). Di sinilah Pele dan Maradona pernah mengangkat trofi. Bagi Tengku, meliput Piala Dunia di stadion bersejarah ini adalah pencapaian terbesar sebagai jurnalis sepak bola.

Baca juga: