Media Kampung – Aktor Hollywood Tom Cruise tampil dalam acara penutupan final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol di New York New Jersey Stadium. Penampilannya menjadi salah satu momen yang paling banyak dibicarakan oleh penonton di stadion maupun pemirsa di rumah.

Dalam kesempatan tersebut, Tom Cruise tidak membawakan lagu, melainkan menyampaikan pesan perdamaian dan persatuan. Ia naik ke panggung setelah penampilan Robbie Williams, Laura Pausini, dan Nicole Scherzinger yang membawakan lagu resmi FIFA berjudul “Desire”. Dengan gaya yang tenang dan berbeda dari biasanya, Cruise berbicara kepada para penggemar di stadion dan pemirsa di seluruh dunia.

Baca juga:

Reaksi Penonton dan Kontroversi

Sejumlah penonton mengaku bingung dengan penampilan Cruise. Beberapa di antaranya meneriakkan yel-yel dukungan untuk tim kesayangan mereka saat Cruise berbicara. Di media sosial, banyak yang mempertanyakan naskah yang dibawakan Cruise, yang dinilai terlalu kaku dan tidak sesuai dengan karakter aksinya yang biasanya energik.

Baca juga:

Spekulasi Seputar Naskah

Belum ada konfirmasi resmi dari pihak Cruise atau FIFA mengenai siapa yang menulis naskah pidato tersebut. Namun, beberapa pengamat menduga bahwa naskah tersebut telah disusun oleh tim humas FIFA dan disetujui oleh Cruise sebelumnya. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Cruise membaca naskah secara kaku atau tidak natural, namun persepsi publik tetap terbelah.

Baca juga:

Dampak dan Makna

Penampilan Tom Cruise di final Piala Dunia 2026 menegaskan bahwa FIFA ingin menghadirkan elemen hiburan kelas dunia di samping pertandingan sepak bola. Meskipun menuai reaksi beragam, momen ini tetap menjadi bagian dari sejarah Piala Dunia yang pertama kali menggelar pertunjukan saat jeda babak pertama. Ke depannya, FIFA diharapkan dapat lebih memperhatikan kesesuaian antara pembawa pesan dan gaya penyampaiannya agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik oleh seluruh penonton.