Media Kampung, Surabaya – Sekelompok seniman muda mendonasikan puluhan lukisan ke RS Premier Surabaya untuk menghadirkan suasana yang lebih hangat dan menghibur pasien, khususnya anak-anak yang sedang menjalani perawatan. Aksi sosial tersebut digagas komunitas Art Reach yang melibatkan sekitar tujuh seniman muda berusia 6 hingga 18 tahun. Meski tidak seluruhnya hadir, seluruh karya mereka didonasikan untuk dipajang di lingkungan rumah sakit.
Founder Art Reach, Kaylee Ann Siswanto (15), mengatakan kegiatan itu berawal dari pengalaman pribadinya saat beberapa kali menjalani perawatan di RS Premier Surabaya, termasuk ketika terserang demam berdarah (DBD). “Waktu kecil saya pernah dirawat di rumah sakit ini. Bahkan sama dr Deddy juga pernah waktu saya sakit demam berdarah. Menurut saya dokter, perawat, dan seluruh staf di sini benar-benar care dan perhatian. Hal yang sederhana itu menjadi memori yang sangat baik bagi saya,” ujar siswi SMP Cita Hati itu, Rabu 8 Juli 2026.
Pengalaman tersebut mendorong Kaylee kembali ke rumah sakit, tetapi bukan lagi sebagai pasien. “Saya ingin give back ke rumah sakit, bukan sebagai pasien tetapi sebagai artis, sebagai orang yang ingin memberikan dampak kepada anak-anak dan pasien di sini. Melalui lukisan kami, kami ingin membuat suasana lebih tenang, membahagiakan, dan membuat pasien memiliki kenangan baik selama menjalani perawatan,” katanya.
Kaylee menjelaskan, Art Reach selama ini rutin mendonasikan lukisan ke berbagai tempat, mulai panti asuhan, sekolah gratis hingga Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI). Komunitas itu juga mengajak anak-anak melukis sebagai media berekspresi sekaligus membangun semangat.
Salah satu karya Kaylee berjudul Holding On menggambarkan dua ekor tupai yang saling bergandengan di atas ranting pohon. Lukisan tersebut membawa pesan bahwa anak-anak yang sedang dirawat tidak pernah sendirian. “Lukisan ini menyampaikan pesan bahwa anak-anak yang sedang dirawat tidak sendirian. Selalu ada sahabat atau orang yang bisa mereka pegang dan menjadi tempat bersandar. Karena itu saya memberi judul Holding On,” tuturnya. Ia mengaku membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua pekan untuk menyelesaikan lukisan tersebut.
Bersama teman-temannya, mereka sengaja memilih objek-objek yang ramah anak dengan warna lembut agar dapat menciptakan suasana lebih ceria selama menjalani perawatan. “Kami memilih gambar-gambar yang terlihat friendly, lembut, dan bisa membuat anak-anak lebih ceria, lebih nyaman, serta membantu memperbaiki suasana hati mereka selama berada di rumah sakit,” ujarnya.
Salah satu seniman muda lainnya, Joyce Zerlina (17), menyumbangkan lukisan bertema perjalanan kehidupan berupa ombak dengan langit berwarna merah muda. Melalui karyanya, siswi SMA Mawar Sharon itu ingin mengajak pasien tetap memiliki harapan di tengah masa sulit. “Lukisan ini tentang kehidupan. Ada masa ketika kita merasa hidup berantakan, tetapi semuanya bisa kembali tenang. Saya ingin karya ini menginspirasi anak-anak agar tetap memiliki harapan,” katanya mengakhiri.





















Tinggalkan Balasan