Media Kampung, Surabaya – Fenomena angin berputar atau dust devil terlihat di kawasan wisata Gunung Bromo, Jawa Timur. Peristiwa itu menjadi perhatian wisatawan dan warganet setelah videonya beredar di media sosial melalui akun wisatajatim dan dibagikan kembali oleh akun resmi BMKG Juanda.
Dalam unggahannya, BMKG menjelaskan bahwa dust devil merupakan pusaran udara berukuran kecil tetapi cukup kuat yang terbentuk ketika udara panas dan kering di permukaan tanah bergerak naik dengan cepat, kemudian bertemu dengan lapisan udara yang lebih dingin di atasnya. Proses tersebut membentuk pusaran udara yang mampu mengangkat debu, pasir, hingga serpihan kecil di sekitarnya.
Penyebab Terbentuknya Dust Devil
Fenomena ini umumnya terjadi saat cuaca cerah dengan intensitas penyinaran matahari yang tinggi. Kondisi permukaan tanah yang kering serta kelembapan udara yang rendah turut mendukung terbentuknya pusaran debu tersebut. BMKG menyebutkan beberapa faktor utama penyebab dust devil, antara lain pemanasan permukaan tanah yang intens akibat sinar matahari, tutupan awan yang sangat sedikit atau cuaca cerah, banyaknya debu dan pasir di permukaan tanah, kelembapan udara yang rendah, dan kondisi tanah yang kering.
Perbedaan dengan Angin Puting Beliung
Fenomena dust devil berbeda dengan angin puting beliung atau tornado. Meski sama-sama berbentuk pusaran, dust devil terbentuk dalam kondisi cuaca cerah dan umumnya memiliki skala yang lebih kecil serta berlangsung dalam waktu singkat.
Imbauan untuk Wisatawan
Masyarakat dan wisatawan yang berada di kawasan berpasir seperti Gunung Bromo diimbau untuk tetap waspada apabila melihat pusaran debu. Sebaiknya menjaga jarak agar terhindar dari debu yang beterbangan maupun benda-benda ringan yang dapat terangkat oleh pusaran angin.























Tinggalkan Balasan