Media Kampung, Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) menyatakan dukungan terhadap rencana pemerintah mengembangkan industri sawit berbasis koperasi. Organisasi petani itu menilai kebijakan hilirisasi melalui pembangunan mini palm oil mill dan pabrik minyak goreng yang dikelola koperasi pekebun dapat meningkatkan peran petani dalam rantai nilai industri sawit nasional.

Selama ini, sebagian besar petani sawit rakyat bergantung pada penjualan tandan buah segar (TBS) kepada tengkulak. Akibatnya, posisi tawar petani lemah dan nilai tambah lebih banyak dinikmati sektor hilir. SPKS menilai hilirisasi berbasis koperasi memberi peluang petani menikmati manfaat ekonomi dari hasil olahan sawit.

SPKS mencatat, perkebunan rakyat mengelola sekitar 41 persen dari total luas perkebunan kelapa sawit nasional dengan sekitar 2,9 juta petani sawit swadaya. Namun, kontribusi besar ini belum diimbangi akses memadai terhadap industri pengolahan dan perdagangan minyak sawit.

Melalui pengembangan industri berbasis koperasi, petani diharapkan memperoleh nilai tambah lebih besar sekaligus memperkuat posisi tawar dalam rantai pasok, baik domestik maupun internasional. SPKS juga memandang kebijakan ini dapat memperkuat kelembagaan ekonomi petani yang selama ini terkendala akses pembiayaan.

Meski menyambut positif, SPKS mengingatkan agar implementasi tidak hanya fokus pada Koperasi Merah Putih bentukan pemerintah. Organisasi tersebut meminta pemerintah memberikan kesempatan sama kepada koperasi produsen milik petani sawit swadaya yang sudah berkembang maupun koperasi baru di berbagai daerah.

SPKS menekankan pentingnya pendekatan inklusif agar kebijakan tidak mengesampingkan koperasi yang sudah mandiri. Hingga kini, belum ada pembahasan lanjutan bersama organisasi petani terkait konsep dan mekanisme teknis program tersebut.

Sebagai tahap awal, SPKS mengusulkan pilot project setiap tahun dengan melibatkan koperasi pekebun yang memiliki tata kelola baik. Model ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah. Keberhasilan hilirisasi juga bergantung pada skema pembiayaan yang mudah diakses dan sesuai karakteristik koperasi petani.

SPKS bersama sejumlah organisasi petani dan masyarakat sipil tengah mempersiapkan Konferensi Nasional Perkebunan Rakyat 2026. Forum ini akan membahas penguatan hilirisasi sawit berbasis koperasi pekebun serta menyusun rekomendasi kebijakan yang efektif, inklusif, dan berkelanjutan.