Media Kampung, Kapten timnas Brasil, Marquinhos, secara terbuka mengakui kelemahan timnya setelah Brasil tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Brasil kalah 2-1 dari Norwegia di Stadion MetLife, New Jersey, pada Minggu (5/7/2026) waktu setempat. Kekalahan ini menjadi kegagalan paling awal Brasil di Piala Dunia sejak 1990.
“Ini sungguh tak terbayangkan. Sangat sulit untuk membicarakannya. Kita harus menerima kegagalan ini dan mengkritik diri sendiri,” ujar Marquinhos dalam pernyataan yang dikutip dari situs Foot Mercato. “Tim nasional Norwegia memanfaatkan peluangnya dengan sangat baik. Kami menyia-nyiakan peluang yang kami miliki. Di Piala Dunia, tim yang paling sedikit melakukan kesalahanlah yang lolos ke babak berikutnya.”
Bek Paris Saint-Germain itu juga menegaskan tanggung jawabnya sebagai pemimpin tim. “Saya adalah kapten dan salah satu pemain paling berpengalaman. Kita harus mengakui kesalahan ini. Tim dan pemain di masa depan harus mempertimbangkan hal ini. Kita harus bersabar terhadap para pemain muda,” tambahnya.
Marquinhos meminta maaf kepada publik Brasil dan meminta dukungan untuk generasi penerus. “Kami hanya bisa meminta maaf kepada rakyat Brasil, kepada semua yang hadir di stadion ini dan menyaksikan pertandingan ini. Saya pikir kami harus belajar dari kesalahan kami. Untuk mereka yang datang di generasi baru, saya meminta agar masyarakat mendukung mereka sejak awal,” katanya.
Salah satu momen krusial dalam pertandingan adalah gagalnya penalti Bruno Guimarães pada menit ke-14. Tendangan Guimarães dapat ditepis kiper Norwegia, Ørjan Nyland. Pelatih Carlo Ancelotti menjelaskan bahwa pemilihan penendang penalti didasarkan pada statistik selama setahun terakhir, di mana Guimarães menjadi pilihan ketiga setelah Neymar dan Raphinha. Neymar, yang kemudian mencetak gol penalti di masa injury time, mengumumkan pensiun dari tim nasional setelah pertandingan tersebut.
“Kami telah berupaya keras, namun melakukan kesalahan di momen-momen yang seharusnya kami manfaatkan dengan menentukan. Sepak bola saat ini sangat seimbang, dan kami harus belajar dari kesalahan serta mengambil hikmah darinya,” ujar Marquinhos. Ia menambahkan bahwa Brasil harus memulai babak baru untuk mempersiapkan Piala Dunia berikutnya dalam empat tahun ke depan.























Tinggalkan Balasan