Media Kampung, Kabupaten Bengkalis gagal mempertahankan gelar juara umum pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 Tingkat Provinsi Riau yang berlangsung di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Pada ajang yang resmi ditutup Jumat, 3 Juli 2026 malam, Bengkalis harus puas finis di peringkat kedua, sementara gelar juara umum diraih Kabupaten Rokan Hilir.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bengkalis, Ed Efendi, menghadiri langsung malam penutupan MTQ Riau tersebut. Meski belum berhasil mempertahankan gelar juara umum, Ed Efendi menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada seluruh anggota kafilah yang telah berjuang maksimal selama mengikuti seluruh rangkaian perlombaan.

“Seluruh Kafilah Bengkalis telah berjuang dengan maksimal untuk mempertahankan gelar juara umum. Meskipun tahun ini belum berhasil kembali menjadi juara umum, Pemerintah Kabupaten Bengkalis tetap bangga atas kerja keras, semangat, dan prestasi yang telah ditorehkan seluruh peserta,” ujar Ed Efendi.

Menurutnya, hasil yang diraih tahun ini akan menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan pola pembinaan sehingga mampu kembali merebut gelar juara umum pada MTQ mendatang.

Sementara itu, Ketua Official Kafilah Bengkalis, Hambali Akbar, mengungkapkan bahwa selisih nilai antara Bengkalis dan Kabupaten Rokan Hilir sebagai juara umum hanya sekitar 15 poin. “Selisih poin kita sekitar 15 poin. Tentu ini menjadi bahan evaluasi ke depannya,” kata Hambali kepada wartawan, Minggu, 5 Juli 2026.

Hambali menjelaskan, secara umum prestasi Kafilah Bengkalis mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, terutama pada cabang tilawah yang selama ini menjadi salah satu andalan. Menurutnya, hasil evaluasi menunjukkan pembinaan pada cabang tersebut belum berjalan maksimal. Salah satu penyebabnya adalah belum adanya pelatih nasional yang dilibatkan dalam pemusatan latihan.

“Kalau kabupaten lain, informasinya mereka menghadirkan langsung pelatih nasional untuk cabang tilawah. Sementara kita di Bengkalis masih menggunakan pelatih tempatan atau lokal,” jelasnya.

Akibatnya, Bengkalis hanya mampu meraih satu prestasi pada cabang tilawah, yakni juara pada kategori Tartil Anak-anak. Sementara untuk kategori Tilawah Remaja maupun Dewasa belum mampu meraih hasil yang diharapkan. “Cabang tilawah memang minim prestasi. Hanya kategori Tartil Anak-anak yang berhasil kita menangkan. Sedangkan kategori remaja dan dewasa kita belum berhasil meraih kemenangan,” tambah Hambali.

Usai penutupan MTQ, seluruh anggota Kafilah Bengkalis langsung kembali ke daerah masing-masing. Rombongan bertolak dari Kuansing pada Sabtu dini hari dan tiba di Bengkalis pada malam harinya. “Seluruhnya sudah kembali ke rumah masing-masing. Kafilah dari Kecamatan Mandau, Pinggir, Rupat, dan Rupat Utara juga sudah kita antar ke daerah masing-masing,” tutup Hambali.

Meski gagal mempertahankan predikat juara umum, capaian sebagai peringkat kedua MTQ Riau 2026 diharapkan menjadi momentum evaluasi untuk memperkuat pembinaan qari dan qariah, khususnya pada cabang tilawah, agar Bengkalis mampu kembali bersaing di ajang MTQ tingkat Provinsi Riau pada tahun mendatang.