Media Kampung – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi DKI Jakarta masa bakti 2026-2030 resmi dilantik di Balai Kota DKI Jakarta pada Jumat (26/6). Pelantikan ini dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, dan Ketua Umum KONI DKI Jakarta yang dikukuhkan, Hidayat Humaid.
Dalam sambutannya, Hidayat menegaskan target utama kepengurusannya: mengantarkan Jakarta kembali menjadi juara umum pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). “Tidak ada target alternatif, tidak ada target cadangan, tidak ada kompromi terhadap target tersebut. Juara umum adalah harga mati,” tegas Hidayat.
Menurut Hidayat, gelar juara umum bukan sekadar slogan, melainkan kehormatan bagi Jakarta yang harus diwujudkan melalui kerja bersama seluruh pemangku kepentingan olahraga. “Keberhasilan Jakarta menjadi juara umum bukan hanya keberhasilan KONI, melainkan keberhasilan seluruh warga Jakarta. Mari kita satukan langkah, energi, dan komitmen untuk mengembalikan Jakarta ke posisi tertinggi olahraga nasional,” ujarnya.
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menyambut target tersebut. Ia menilai Jakarta memiliki modal besar untuk kembali menjadi yang terbaik di PON. “Saatnya sekarang, 2028, menjadi juara satu yang terbaik di antara KONI-KONI lainnya, dan melahirkan atlet-atlet nasional yang akan membela Indonesia pada multi-event internasional seperti SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade,” kata Marciano.
Marciano juga meminta kepengurusan baru segera bekerja karena waktu menuju PON 2028 semakin singkat. “Saya rasa waktunya sangat singkat dan tidak ada waktu untuk terlalu banyak konsolidasi. Segera lakukan hal-hal penting, optimalkan para ahli, dan layani atlet-atlet kita untuk menjadi juara,” ujarnya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan dukungannya terhadap target juara umum. Menurut Pramono, Jakarta sudah terlalu lama gagal menjadi juara umum meski memiliki fasilitas dan pembinaan olahraga yang memadai. “Pemerintah DKI Jakarta secara sungguh-sungguh ingin Jakarta ini juara umum, karena sudah terlalu lama. Bandung juara tiga, Papua juara dua, Aceh-Medan juara dua,” kata Pramono.
Pramono mengaku telah mengevaluasi penyebab kegagalan Jakarta dalam beberapa PON terakhir. Menurutnya, persoalan utama bukan terletak pada aspek teknis, melainkan faktor nonteknis. “Kata kunci yang paling utama adalah semua infrastrukturnya ada, atletnya ada, tetapi hal-hal yang bersifat non-teknis tidak ditata secara baik. Kalau untuk teknis, Jakarta jagonya. Mulai dari penguatan sistem regenerasi atlet, sport science, pembinaan, tata kelolanya, Jakarta jagonya,” ujarnya.
Pramono juga mengingatkan Hidayat Humaid untuk memenuhi janji membawa Jakarta menjadi juara umum PON 2028. “Pak, janjinya diucapkan di sini, lho. Bapak yang menyampaikan, nanti saya tagih betul. Pasti saya tagih,” kata Pramono disambut tawa hadirin. Ia menegaskan Pemprov DKI Jakarta akan memberikan dukungan penuh terhadap pembinaan atlet dan pemanfaatan fasilitas olahraga milik pemerintah daerah. “Saya berharap betul juara umumnya, juara umum yang enggak nanggung. Bukan juara umum karena mindahin atlet dari daerah lain. Saya pengin kebanggaan Jakarta itu betul-betul tertorehkan untuk itu,” tutupnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan