Media Kampung – Depresi tidak selalu ditunjukkan dengan kesedihan yang terlihat jelas. Pada banyak kasus, gejalanya justru muncul dalam bentuk yang tidak terduga sehingga sering luput dari perhatian keluarga maupun lingkungan sekitar. Psikolog Zakiyatul W. Taulina menjelaskan, terdapat dua jenis depresi yang paling sering ditemukan pada usia dewasa, yakni depresi mayor dan depresi persisten.
“Kedua jenis ini memiliki karakteristik, intensitas, serta rentang waktu episodik yang sangat berbeda,” kata Zakiyatul, Jumat 3 Juli 2026.
Depresi Mayor: Gejala Intens dalam Waktu Singkat
Depresi mayor ditandai dengan gejala yang muncul secara intens selama setidaknya dua minggu. Penderitanya umumnya menarik diri dari lingkungan sosial, kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari, hingga mengalami penurunan fungsi fisik, seperti tidak lagi merawat diri. Pada kondisi yang berat, depresi mayor juga dapat memunculkan keinginan untuk mengakhiri hidup.
“Dalam beberapa kasus klinis, depresi mayor juga bisa mengarah pada gejala psikotik yang melibatkan delusi serta halusinasi suara,” ujarnya.
Depresi Persisten: Bertahun-tahun Tersembunyi
Sementara itu, depresi persisten merupakan gangguan yang berlangsung lebih lama, bahkan dapat bertahan hingga dua tahun pada orang dewasa. Menurut Zakiyatul, jenis depresi ini sering kali sulit dikenali karena penderitanya masih tampak ceria, produktif, dan mampu menjalankan pekerjaan maupun tanggung jawab profesional dengan baik.
“Meski dari luar tampak beradaptasi dengan baik, di dalam diri mereka sebenarnya merasakan kehampaan yang mendalam dan hilangnya makna dari aktivitas yang dijalani,” ucapnya.
Dampak pada Fungsi Kognitif
Ia menambahkan, depresi yang tidak segera ditangani dapat berdampak pada penurunan fungsi kognitif. Penderitanya dapat mengalami kesulitan berkonsentrasi, mudah lupa, hingga kesulitan mengambil keputusan penting dalam pekerjaan maupun kehidupan rumah tangga. Kondisi tersebut berpotensi menciptakan tekanan baru yang semakin memperburuk kesehatan mental.
Pentingnya Deteksi Dini
Zakiyatul mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku orang-orang di sekitarnya dan tidak ragu mencari bantuan profesional apabila gejala depresi mulai dirasakan. Menurutnya, penanganan sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah dampak yang lebih berat terhadap kesehatan mental maupun kualitas hidup penyintas.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.























Tinggalkan Balasan