Media Kampung – Nur Azizah, ibu dari almarhumah dr. Eliza Princilia Utami Pakaenoni atau dr. Icha, tak kuasa menahan tangis saat menceritakan dugaan intimidasi yang dialami putrinya dari sejumlah anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU). Dalam konten TikTok yang diunggah akun kumparan, ia mengungkapkan rasa sakit hatinya melihat anaknya ketakutan hingga harus menjalani perawatan psikologis.
Kronologi Dugaan Intimidasi
Peristiwa bermula saat dr. Icha menangani pasien gigitan ular di IGD RS Leona, Kefamenanu, pada 13 Juni 2026. Keluarga pasien panik dan meminta dokter segera menyuntikkan antibisa ular. Namun, dr. Icha menolak karena hasil pemeriksaan menunjukkan bisa belum menyebar ke dalam darah, sehingga ia berpegang pada SOP.
Tak lama kemudian, tiga anggota DPRD TTU mendatangi rumah sakit. Menurut kesaksian Bupati TTU Yosep Falentinus, mereka mengintervensi dr. Icha, mengancam akan memecatnya melalui pemanggilan di Komisi 3 DPRD, bahkan melontarkan kata-kata kasar seperti “dokter bodoh”. Dua di antaranya disebut dalam kondisi mabuk, membentak, dan menunjuk-nunjuk dr. Icha.
Dampak Psikologis pada dr. Icha
Nur Azizah menceritakan bahwa putrinya begitu ketakutan setelah kejadian itu. “Saya mencintai dia, dalam hidup saya, saya tidak pernah berpikir, bermimpi, hal ini akan terjadi di kehidupan anak saya,” ujarnya sambil terisak. dr. Icha kemudian menjalani perawatan psikologis, namun akhirnya meninggal pada 15 Juni 2026 di rumah orang tuanya.
Respons dan Tindak Lanjut
Kasus ini memicu gelombang simpati dari tenaga kesehatan dan masyarakat. Pada 30 Juni, digelar aksi doa bersama dan lilin untuk mengenang dr. Icha serta mendesak pengusutan tuntas. Kementerian Kesehatan telah menurunkan tim investigasi.
Sementara itu, partai politik mulai bertindak. Veronika Lake dari PDIP telah dinonaktifkan, meski ia membantah melakukan intimidasi dan mengaku hanya memberi saran. Dua anggota DPRD lainnya dari PKB dan Golkar juga dipanggil partainya.
Ayah dr. Icha menyatakan, “Saya minta keadilan, kebenaran, perlindungan bukan hanya untuk anak saya, tetapi untuk seluruh tenaga kesehatan.”
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.





















Tinggalkan Balasan