Media Kampung – Puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 atau HUT ke-80 Polri digelar di Satlat Brimob Cikeas, Bogor, pada Rabu (17/7/2026). Sebelum upacara resmi dimulai, acara dibuka dengan parade dan defile tujuh resimen pasukan lintas satuan. Namun, yang paling menyita perhatian adalah atraksi udara yang memeriahkan langit Cikeas.
Atraksi Penerjun Payung dan Helikopter
Atraksi diawali dengan aksi penerjun payung dan paralayang yang menghiasi langit. Seluruh jajaran Polda se-Indonesia turut berpartisipasi, bahkan ada penerjun polwan dan ibu Bhayangkari yang ikut memeriahkan. Tak ketinggalan, helikopter polisi unjuk kebolehan dengan membentuk formasi angka 8 di udara. Momen-momen ini banyak diabadikan dalam konten TikTok yang viral, menampilkan kegagahan dan kekompakan personel Polri.
Presiden Prabowo Pimpin Upacara
Upacara HUT ke-80 Bhayangkara dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai inspektur upacara. Hadir pula Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta pejabat tinggi negara lainnya, termasuk Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Dalam amanatnya, Prabowo menekankan bahwa gaji Polri berasal dari rakyat, sehingga Polri harus bekerja untuk masyarakat dan menjadikan perlindungan terhadap rakyat sebagai tugas utama.
“Jagalah kepercayaan rakyat, karena kepercayaan adalah senjata terkuat polisi. Jadilah polisi yang dekat dengan rakyat, datang ketika rakyat butuh, layani rakyat, lindungi rakyat, jangan menyusahkan rakyat,” kata Prabowo.
Penganugerahan Medali dan Penghargaan
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo dianugerahi medali kehormatan Loka Praja Samrakshana oleh Kapolri. Penghargaan ini diberikan kepada tokoh nasional yang dinilai memiliki jasa luar biasa terhadap pengembangan dan kemajuan institusi kepolisian. Sebaliknya, Prabowo juga menganugerahkan tanda kehormatan Nugraha Sakanti kepada sejumlah satuan Polri dan Polda, serta Bintang Bhayangkara Nararya kepada personel Polri yang berjasa.
Pesan Demokrasi dan Profesionalisme
Prabowo juga menyoroti pentingnya demokrasi yang dewasa dan kritik yang membangun. “Kita butuh kritik untuk memperbaiki diri kita. Tapi, keamanan demokrasi juga harus kita jaga. Janganlah demokrasi dibajak oleh mereka-mereka yang punya uang banyak, janganlah demokrasi kita dirusak oleh kepentingan-kepentingan asing,” ujarnya. Ia mengingatkan Polri untuk terus meningkatkan profesionalitas, rendah hati, dan mendengar masukan masyarakat.
Kegiatan untuk Masyarakat
Rangkaian HUT ke-80 Polri mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”. Berbagai kegiatan seperti bakti kesehatan, bakti olahraga, hingga lomba e-sport digelar dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, momen ini juga menjadi kesempatan evaluasi kinerja dan pelayanan Polri. “Kita harapkan ini merupakan kegiatan untuk masyarakat betul-betul bisa merasakan kehadiran Polri,” kata Listyo.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.




Tinggalkan Balasan