Media Kampung – CEO Whitesky Group, Denon Prawiraatmadja, menegaskan bahwa pengembangan kendaraan terbang listrik lepas landas dan mendarat vertikal (eVTOL) di Indonesia tidak bisa hanya berfokus pada teknologi pesawat. Menurutnya, kesiapan infrastruktur, khususnya heliport dan vertiport, menjadi fondasi utama yang harus dibangun sejak awal.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara “Welcoming the Future of Air Mobility” yang digelar di Cengkareng Heliport, Tangerang, pada Selasa (23/6/2026). Denon menekankan bahwa ekosistem eVTOL mencakup banyak aspek, mulai dari infrastruktur, regulasi, operator, keselamatan, hingga konektivitas dengan moda transportasi lain.
Visi Jaringan Heliport Nasional
Whitesky Group saat ini mengoperasikan Cengkareng Heliport dan tengah mengembangkan infrastruktur serupa di Balikpapan. Perusahaan memiliki ambisi membangun jaringan 20-30 heliport di berbagai wilayah strategis Indonesia, meliputi kawasan bandara, pusat bisnis, industri, hingga destinasi pariwisata.
Infrastruktur heliport dan vertiport dipandang sebagai elemen vital dalam ekosistem Urban Air Mobility (UAM) dan Advanced Air Mobility (AAM). Lokasi-lokasi ini tidak hanya berfungsi sebagai titik lepas landas dan pendaratan, tetapi juga harus memenuhi standar keselamatan, aksesibilitas, dukungan operasional, serta integrasi dengan transportasi darat.
Cengkareng Heliport sebagai Etalase Awal
Cengkareng Heliport menjadi contoh bagaimana infrastruktur yang sudah ada dapat dimanfaatkan sebagai ruang pengenalan teknologi eVTOL kepada pemerintah, industri, investor, akademisi, dan publik. Kehadiran SkyDrive, produsen eVTOL asal Jepang, di lokasi ini menunjukkan bahwa pengembangan UAM membutuhkan platform fisik untuk demonstrasi dan dialog lintas sektor.
“Jika kita berbicara tentang eVTOL, kita tidak hanya berbicara tentang aircraft. Kita berbicara tentang ekosistem yang harus disiapkan sejak awal,” ujar Denon.
Peluang dan Tantangan bagi Indonesia
Sebagai negara kepulauan dengan kebutuhan konektivitas tinggi, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan mobilitas udara jarak pendek. Namun, peluang tersebut hanya dapat terwujud jika didukung jaringan infrastruktur yang aman, terukur, dan sesuai kebutuhan lokal.
Melalui agenda “Welcoming the Future of Air Mobility”, Whitesky Group bersama SkyDrive membuka diskusi konkret mengenai tahapan implementasi eVTOL di Indonesia. Pembahasan tidak diarahkan pada peluncuran layanan komersial secara instan, melainkan pada pembangunan ekosistem yang mencakup regulasi, keselamatan, infrastruktur, operator, teknologi, dan penerimaan publik.
Dengan menghadirkan SkyDrive dan mengembangkan jaringan heliport, Whitesky berupaya membuka jalur awal bagi Indonesia untuk masuk ke dalam percakapan global mengenai eVTOL dan Urban Air Mobility. Langkah ini menempatkan Whitesky Group sebagai salah satu penggerak awal ekosistem mobilitas udara masa depan di Tanah Air.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan